Mommy's Diary

Awas, Jangan Lakukan Kesalahan ini Setelah Melahirkan – Jatuh cinta setengah mati kepada bayi baru, disertai eforia menyandang predikat “ibu”, kerap membuat seorang Bunda baru siap pasang badan menjadi wonder woman yang kuat, tangguh dan rela berkorban demi bayinya. Tapi, apa musti demikian sehingga mengorbankan kesehatan jiwa-raga, mengesampingkan kebahagiaan pribadi dan menguras tabungan hingga tak bersisa?

Inilah 6 kesalahan umum yang kerap dialami Bunda baru, yang harus dikoreksi agar tak merugikan keluarga kecil bahagia Bunda.

#1. Pola Tidur Kacau

Bunda beranggapan bayi baru lahir memerlukan perhatian khusus agar kesehatannya terjaga dan kebutuhannya selalu terpenuhi. Untuk itu, Bunda bersedia standby 24jam. Bunda memang harus standby ketika bayi minta ASI 1-2 jam sekali, saat bayi terjaga di malam hari untuk ganti popok, juga saat main atau sakit. Sayangnya, ketika bayi tidur, Bunda kerap tidak ikut tidur, melainkan mengerjakan hal-hal lain seperti beres-beres rumah, menerima tamu, atau mengunggah foto-foto bayi di sosial media. Akibatnya Bunda menumpuk kekurangan jam tidur hingga rata-rata jam tidur hanya 2 jam per hari. Hal ini berlangsung terus sampai bayi berusia 3-5 bulan. Padahal pada masa nifas, tidur dan istirahat cukup yaitu 7-9 jam sehari, sangat penting agar ibu cepat pulih dan sehat kembali. Terutama jika ibu memiliki riwayat persalinan dengan komplikasi seperti persalinan macet, bersalin sesar, maupun mengalami sobekan perineum yang mendapat jahitan.

Akibatnya :
Menurut April Hirschberg, MD, dokter Spesialis Kejiwaan dari Massachusetts General Hospital, AS, kurangnya waktu tidur berhari-hari dapat menyebabkan kesehatan ibu terganggu, mulai dari mengalami sakit kepala, tekanan darah menurun, daya tahan tubuh menurun, mudah kena batuk-pilek dan diare, konsentrasi dan kesigapan menurun, mengalami rasa lelah berkepanjangan dan meningkatkan risiko PPD.

Yang seharusnya dilakukan :
Jangan mengesampingkan pola tidur pascamelahirkan dan jadikan hal itu prioritas bunda. Bayi baru lahir rata-rata memiliki pola tidur 16-20 jam sehari, jadi sebenarnya Bunda bisa “mencuri” jam tidur dengan ikut tidur ketika bayi tidur. Sempatkan tidur siang 45 menit hingga 2 jam dan tidur panjang di akhir pekan. Jika Bunda merasa tidur Bunda sering terputus-putus akibat menyusui, cobalah membuat stok ASI perah yang diberikan oleh suami atau ART kepada bayi, agar Bunda bisa tidur tenang.

#2. Membeli semua barang

Saat memiliki bayi pertama kali, banyak orangtua merasa harus membeli semua kebutuhan bayi. Tanpa pengalaman dan referensi belanja kebutuhan bayi, daftar belanja pun jadi memanjang karena prioritas yang tak jelas.

Akibatnya :
Overspending, padahal kebutuhan seorang anak bukan hanya penting dipenuhi saat ia bayi, namun berkesinambungan ketika ia bertumbuh kembang menjadi balita, lalu preschooler, dan seterusnya. – dengan kata lain, tak ada habisnya! Bukan hanya kebutuhan sehari-hari atau barang habis pakai yang harus terpenuhi, biaya pemeliharaan kesehatan serta investasi pendidikan juga perlu direncanakan. Jika Bunda kendor dalam mengontrol belanja barang bayi, dikhawatirkan hal ini akan berkembang menjadi kebiasaan yang sulit diubah. Anggaran rumah tangga yang tak terkontrol dapat pula memicu masalah dengan pasangan.

Yang seharusnya dilakukan :
Batasi pengeluaran, buat skala prioritas belanja barang keperluan bayi dan jangan segan meminta keluarga untuk melungsurkan barang–barang bayi layak pakai (serta aman!) yang berusia pendek seperti new born car seat, boks bayi, meja ganti popok, pompa ASI dan sebagainya.

Hal-hal yang harus dilakukan untuk menyambut kedatangan sang buah hati (Part-3)

#21. Buat “primbon” pekerjaan kantor

Mendelegasikan pekerjaan kantor adalah salah satu prioritas utama yang perlu Anda kerjakan sebelum mengawali cuti hamil. Selain mengatur pembagian tugas, buatlah “primbon” alias buku catatan berisi nomor-nomor telepon penting serta detail tahapan pekerjaan yang sedang Anda jalankan. Ini akan berguna sebagai bahan acuan bagi kolega.

#22. Melapisi kasur

Pelapis kasur tahan air bukan hanya perlu dipasang pada tempat tidur anak untuk menghindari ompol bayi merembes ke atas kasur, melainkan juga untuk melapisi tempat tidur Anda. Ini untuk berjaga-jaga jika air ketuban pecah pada saat Anda terlelap. Pelapis kasur tahan air juga berguna jika kelak Anda hendak memindahkan bayi dari dalam boksnya dan mengajaknya tidur siang bersama di atas kasur besar.

#23. Membeli baju “in-between”

Setinggi apa pun harapan dan usaha Anda untuk mengembalikan bentuk tubuh seperti semula, nyatanya ukuran tubuh Anda tidak akan bisa menyusut drastis dalam hitungan hari setelah melahirkan. Tapi, mengenakan baju hamil tentu akan membuat penampilan Anda tampak kedodoran. Maka, beli beberapa helai baju “in-between” agar Anda bisa kembali tampil modis tanpa masih terjebak dalam busana hamil.

BACA JUGA :
30 Hal Penting Sebelum Bayi Lahir (Part-1)
30 Hal Penting Sebelum Bayi Lahir (Part-2)
Stimulasi untuk Otak Bayi (Part-1)
Stimulasi untuk Otak Bayi (Part-2)

#24. Foto dulu

Percaya deh, meski kedengarannya sepele, namun suatu saat nanti Anda akan ingin mengenang kembali masa kehamilan yang pernah dialami melalui foto. Boleh juga menggunakan jasa fotografer profesional untuk menangkap momen dan angle terbaik. Biarlah jejak guratan cokelat, jerawat, dan rambut rontok menjadi kenangan yang Anda simpan dalam benak, bukan dalam foto.

#25. Tuntaskan pelatihan asisten

Meski Anda menggunakan jasa asisten rumah tangga atau babysitter yang sudah berpengalaman, tetap saja ada kebiasaan tertentu yang berbeda di setiap rumah, seperti cara mensterilkan botol, mencuci baju, serta memproses makanan. Agar segalanya berjalan lancar pastikan Anda telah melatih dan menguji asisten rumah tangga atau babysitter.

#26. Pembekalan bagi kakak

Tambahan anggota keluarga baru sudah pasti akan mendatangkan sejumlah perubahan di sana-sini. Agar sang kakak tidak kaget dan merasa tersisihkan, libatkan ia dalam setiap tahap persiapan kehadiran bayi, mulai dari menyiapkan kamar, memberi nama, hingga menjemput adik kecilnya dari rumah sakit. Tekankan bahwa kehadiran adik baru tidak akan mengurangi kadar cinta ayah dan bunda kepadanya.

#27. Sewa atau beli

Menjamurnya tempat penyewaan barang kebutuhan bayi membuat Anda punya pilihan untuk membeli atau menyewa boks bayi, stroller, dan car-seat. Menyewa bisa menguntungkan karena Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk barang yang mahal harganya, sebentar dipakainya. Pilih metode yang paling pas untuk keluarga Anda.

#28. Belajar memasang dan melipat

Melipat stroller, memasang dan mencopot car-seat ternyata butuh latihan. Latih terus teknik mengoperasikan benda-benda tersebut sejak beberapa minggu sebelum kehadirannya, agar Anda sudah terampil melakukannya ketika waktunya tiba.

#29. Video & foto persalinan

Ingin proses persalinan Anda diabadikan dalam bentuk foto dan video? Selain meminta bantuan dari sanak kerabat, Anda juga bisa menggunakan jasa profesional yang sudah berpengalaman mengabadikan momen persalinan. Beberapa rumah sakit telah menjalin kerjasama dengan perusahaan penyedia jasa pembuatan dan penyuntingan video, sehingga Anda bisa menggali informasi dari suster dan petugas lainnya mengenai performa kerja mereka.

#30. Mantapkan keuangan

Mulailah mengurangi membeli barang-barang yang tidak perlu, menunda keinginan membeli tas baru atau gadget baru misalnya. Fokuskan keuangan Anda untuk kebutuhan bayi, syukur-syukur jika bisa menabung.
Hitung perkiraan biaya ekstra tersebut dan alokasikan dari mana sumber pendanaannya.

Hal-hal yang harus dilakukan untuk menyambut kedatangan sang buah hati (Part-2)

#11. Bersih-bersih

Jadwalkan bersih-bersih seluruh penjuru rumah dengan mengajak suami dan asisten keluarga. Cuci karpet, tirai, selimut, taplak meja, serta bedcover. Bersihkan debu dari permukaan perabot dan kawat nyamuk, serta sortir benda-benda yang sudah tidak terpakai agar rumah terhindar dari tumpukan barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk dan serangga.

#12. Membuat “wishlist”

Penyusunan baby gift registry (daftar kado yang diinginkan) dari toko perlengkapan bayi memang belum menjadi budaya. Namun Anda tak ada salahnya Anda memulai menawarkan itu kepada saudara dan teman dekat. Hal ini berguna untuk menghindari penumpukan barang yang tidak diperlukan dan mubazir. Jika pun tidak membuat itu, Anda bisa menjawab jujur pertanyaan “Mau kado apa?” dari sanak dan kerabat.

#13. Belanja terakhir

Cek kembali barang-barang kebutuhan bayi, Anda, dan suami. Mungkin masih ada benda-benda yang lupa dibeli. Sekarang saatnya berbelanja. Sekalian berolahraga Anda bisa mengajak suami ke mal terdekat, namun bukan di saat mal berjejal. Anda juga bisa belanja secara online. Setelah bayi lahir, kemungkinan waktu Anda dan pasangan akan habis untuk membiasakan diri dengan jadwal tidur dan menyusu.

#14. Perawatan tubuh

Bukan hanya menjadwalkan sesi senam hamil dan melakukan pijat perineum, sisihkan pula waktu Anda untuk menikmati perawatan tubuh lainnya seperti creambath, manicure, dan pedicure. Memanjakan diri dengan perawatan tubuh amat berguna untuk meredakan ketegangan yang sering muncul di akhir masa kehamilan. Begitu ia lahir nanti, kemungkinan Anda lebih senang menggunakan waktu luang untuk membayar waktu tidur ketimbang pergi ke salon.

#15. Kelas perawatan bayi

Cukup banyak klinik dan rumah sakit yang mengadakan kelas perawatan bayi bagi para calon orangtua. Jadi daftarlah! Di tempat itu Anda akan belajar secara langsung cara memandikan, menggendong plus memiliki teman baru ‘senasib’ yang bisa jadikan Anda teman berdiskusi.

#16. Bergabung milis pengasuhan anak

Mulailah mencari grup, milis dan situs yang membahas hal-hal seputar pengasuhan anak. Bergabung ke dalam salah satunya yang akan membuka wawasan Anda tentang dunia baru yang menanti di depan mata. Bukan hanya tips, Anda pun bisa menemukan banyak kisah inspiratif yang dialami oleh para ibu lainnya.

#17. Kencan dengan pasangan

Pernah mendengar istilah babymoon? Ini adalah ajang bulan madu yang dilakukan menjelang kehadiran sang buah hati. Tujuan dari babymoon adalah untuk menikmati saat romantis bersama pasangan, sebelum waktu berduaan dan jam tidur Anda terpangkas habis. Tak perlu jauh dan lama, cukup menghabiskan akhir pekan berdua untuk mengisi penuh energi “baterai” yang menguatkan hubungan Anda dan pasangan.

#18. Nge-date dengan sahabat

Sudah lama tidak menikmati girls day out dengan para sahabat? Kini adalah momen yang pas untuk melakukannya. Entah sekadar nongkrong di kafe, nyalon bareng, atau “butik hopping”, akan terasa menyenangkan dan ampuh meredakan berbagai keluhan kehamilan yang Anda rasakan. Telpon para sahabat sekarang juga, karena setelah ia hadir, Anda tak akan punya cukup banyak waktu luang untuk melakoninya.

BACA JUGA :
30 Hal Penting Sebelum Bayi Lahir (Part-1)
30 Hal Penting Sebelum Bayi Lahir (Part-3)
Stimulasi untuk Otak Bayi (Part-1)
Stimulasi untuk Otak Bayi (Part-2)

#19. Me time

Selain menghabiskan waktu bersama pasangan dan para sahabat, sediakan waktu untuk menikmati me time, entah menonton film, karaoke atau membaca buku. Saat sendiri itu Anda bisa sekalian memantapkan hati dan pikiran untuk memasuki jenjang kehidupan baru sebagai seorang ibu.

#20. Simpan stok buku & DVD

Mengingat begitu banyaknya waktu yang akan Anda habiskan di rumah selama mengurus bayi Anda, sediakan stok buku dan DVD yang cukup sebagai hiburan nanti. Segarkan pikiran dengan majalah fashion, komik, novel romantis, dan serial film komedi. Ini ampuh untuk menghindari perasaan bahwa Anda sedang menjalani masa “tahanan rumah”.

Hal-hal yang harus dilakukan untuk menyambut kedatangan sang buah hati (Part-1)

#1. Daftar ulang rumah sakit

Bukan hanya sekolah, terkadang klinik atau rumah sakit pun memerlukan prosedur “daftar ulang” untuk menjamin ketersediaan tempat bagi Anda. Untuk menjamin proses persalinan berjalan lancar, tak ada salahnya Anda mengkonfirmasikan kembali kehadiran dokter atau dokter pengganti untuk membantu proses persalinan serta jenis ruangan yang dikehendaki pada saat-saat menjelang hari H.

#2. Pilih dokter anak

Dokter anak yang bertugas mendampingi proses persalinan biasanya telah ditentukan oleh pihak rumah sakit. Tapi, untuk prosedur pemeriksaan selanjutnya, Anda bisa membawa bayi Anda menemui dokter anak yang dikehendaki. Untuk itu, sempatkan diri “berbelanja” informasi dan atau menemui calon dokter anak bagi bayi Anda untuk menjajaki “chemistry” antara Anda dan dokter yang bersangkutan.

#3. Mantapkan nama

Anda sudah memiliki sederet nama pilihan termasuk usulan dari orang tua dan mertua. Semuanya kelihatannya bagus. Namun Anda tidak bisa berlama-lama karena ketika bayi lahir Anda harus segera mengurus akte lahirnya. Jadi, segeratetapkan nama bagi bayi beberapa minggu sebelum hari perkiraan lahir tiba.

#4. Mau dipanggil apa?

Nama panggilan apa yang ingin Anda dengar dari bibir mungilnya? Bunda, Ibu, Mama, Mommy, atau Umi? Bagaimana pula dengan cara ia memanggil ayahnya? Pikirkan baik-baik nama panggilan tersebut, karena itu adalah petikan lagu indah penawar lelah yang akan selalu Anda dengar hingga akhir hayat. Alih-alih sekadar mengikuti tren, pastikan bahwa Anda memang merasa nyaman dengan panggilan itu.

#5. Cek berkas

Cek dan kumpulkan dalam satu tempat, KTP, buku nikah, kartu keluarga, serta akta kelahiran Anda dan pasangan untuk memperlancar proses pembuatan akte kelahiran bayi. Klinik atau rumah biasanya menyediakan layanan jasa pengurusan akta kelahiran. Ada baiknya Anda pertimbangkan untuk memanfaatkan layanan tersebut.

#6. Tindik atau tidak?

Keputusan menindik tidaknya telinga bayi perempuan sebaiknya disepakati oleh Anda dan suami sebelum hari persalinan. Untuk itu, gali informasi sebanyak mungkin tentang tindik. Itu semua akan memperkuat keputusan yang akan Anda ambil.

BACA JUGA :
30 Hal Penting Sebelum Bayi Lahir (Part-2)
30 Hal Penting Sebelum Bayi Lahir (Part-3)
Stimulasi untuk Otak Bayi (Part-1)
Stimulasi untuk Otak Bayi (Part-2)

#7. Konfirmasi IMD

Mayoritas klinik dan rumah sakit telah menjadikan IMD (Inisiasi Menyusu Dini) sebagai bagian dari prosedur rutin pasca persalinan. Namun Anda tetap perlu mengkonfirmasi ada tidaknya IMD di rumah sakit yang akan menjadi tempat Anda bersalin,. Ada baiknya Anda pun menanyakan secara detail mengenai proses yang akan dijalani agar bisa mempersiapkan diri.

Kesalahan Setelah Melahirkan

#8. Perlakuan terhadap tali pusat

Umumnya, penjepitan dan pemotongan tali pusat pada bayi dilakukan segera setelah ia lahir. Tapi kini, penelitian menyatakan bahwa penundaan pemotongan tali pusat berguna menurunkan risiko anemia pada bayi Anda. Meski demikian, penundaan terlalu lama juga meningkatkan risiko jaundice (sakit kuning) pada bayi. Karenanya, bicarakan dengan pasangan serta dokter atau bidan mengenai perlakuan yang hendak Anda terapkan pada tali pusat kelak.

#9. Dot atau jempol?

Pacifier alias empeng atau dot bisa dibilang merupakan senjata andalan orangtua—terutama orangtua baru yang minim pengalaman, dalam menghadapi tangisan bayi. Banyak pihak menyatakan bahwa pemakaian dot lebih baik daripada bayi tergantung pada isapan jempol. Namun, pemakaian dot juga berisiko memengaruhi bentuk susunan gigi. Pelajari pro dan kontra tentang penggunaan dot untuk memantapkan Anda dalam menyikapinya.

#10. Tempat tidur

Ia akn tidur di kamar sendiri atau bersama Anda. Apapun pilihan Anda siapkan tempat tidur untunya. Artinya, pastikan cat dinding sudah kering dan tak lagi menguarkan aroma, wallpaper dan perabotan sudah terpasang dengan baik, kain tirai sudah dicuci bersih, serta barang-barang bayi seperti baju, popok, dan mainan telah tersusun rapi di dalam lemari.

#5. Berbicara

Bayi dari sejak lahir atau bahkan di kandungan sudah bisa mendengar dan mengerti suara orang-orang terdekatnya, terutama ibu. Maka dianjurkan untuk berbicara pada bayi atau anak sesering mungkin dengan penuh kasih sayang, walaupun anak belum mampu menjawab. Pasalnya bayi bisa mengekspresikan perasaannya dengan senyuman, gerakan bibir, berteriak sampai menangis. Menurut Dr Soedjatmiko, yang bisa dilakukan ibu atau pengasuh untuk membuat aktivitas ini menyenangkan namun informatif, adalah dengan beberapa teknik.

Pertama, bertanya dengan bahasa sederhana padanya. Misal: Adik haus ya? Kedua, memberi komentar pada perasaan anak juga dengan bahasa simpel. Contohnya: Kasihan, adik rewel kepanasan, ya? Ketiga, memberi komentar akan keadaan atau perilaku bayi. Seperti: Wah, rambutmu panjang. Empat, bercerita tentang benda-benda di sekitar bayi. Misalnya. Lihat ini bantal warnanya merah muda.

#6. Mengenalkan aroma

Pertama kali bayi mengenal ibu atau pengasuhnya bukan dari wajah maupun namanya, namun dari aromanya. Ia juga mampu mengenali aroma air susu ibu. Menurut Denise Davy, penulis yang mendapat penghargaan jurnalisme dari Canadian Institute of Research, aroma yang berbeda menstimulasi tumbuh kembang otak bayi. Karena itu apabila anak sudah diperkenalkan kepada MPASI, berilah ia waktu untuk mencium dan mempelajari aroma makanan baru tersebut. Alternatif lain? Di hari libur, ajak dirinya pergi ke taman dan membiarkannya mencium aroma udara, tanah hingga bebungaan.

Menurut Anelia, dari aroma anak mampu mengasosiasikan atau membangunkan kembali memori powerful. Misalnya saat mencium aroma popcorn, bertepatan dengan ia mendapat limpahan kasih sayang dari orang-orang terdekatnya. Otomatis, saat aroma popcorn itu kembali tercium, ingatannya akan kembali ke masa-masa indah tersebut. Menakjubkan bukan?

#7. Saat mandi

Saat mandi, anak bisa mendapat stimulasi kaya yang membantu tumbuh kembang otaknya. Pasalnya, dari aktivitas mandi, ia bisa mendapat multi stimulasi dari auditori, visual, taktil (rasa kena air panas atau rambut disampo), kognitif (diperkenalkan sabun, sampo dan fungsinya) bahkan mengasah sejak dini konsep body image sampai body awareness.

#8. Merespons

Di artikelnya Keys to Enhancing Brain Development in Young Children, Sean Brotherson, psikolog keluarga senior dari North Dakota State University, Amerika Serikat, menyatakan lingkungan yang aman, ramah dan predictable menghasilkan situasi belajar optimum dan meroketkan tumbuh kembang otak bayi. Salah satu teknik efektif adalah memberi respon kepada cues bayi yang meminta dukungan dan perhatian.

Walaupun bayi belum bisa bicara, mereka memberi sinyal dari ekspresi wajah, gerak tubuh maupun tangisan. Respon seperti apa yang membuat anak merasa didengar, nyaman dan bahkan membangkitkan semangatnya?

Jawabannya ada empat. Pertama, yang memiliki sensitivitas. Ibu dapat merasakan keresahan bayi lewat gestur, ekspresi tanpa bayi harus menangis terlebih dahulu. Kedua, timing. Daripada membuat bayi kesal, respon yang diberikan harus cepat. Ketiga, kehangatannya. Apakah respon yang diberikan tulus? Hal seperti inilah yang membuat bayi Anda belajar secara sederhana makna kata trust. Terakhir, apakah respon yang diberikan sesuai dengan harapannya.

Contohnya ketika bayi dibacakan dongeng, dan pandangannya sudah tidak fokus. Respon orangtua semestinya menutup buku itu. Jangan sampai responnya adalah pura-pura tidak ngeh dan tetap memaksakan mendongeng sampai dia harus menangis untuk membuat Anda berhenti melakukan aktivitas.

BACA JUGA :
30 Hal Penting Sebelum Bayi Lahir (Part-1)
30 Hal Penting Sebelum Bayi Lahir (Part-2)
30 Hal Penting Sebelum Bayi Lahir (Part-3)
Stimulasi untuk Otak Bayi (Part-1)

#9. Merasa relaks

Cuddling atau bercanda juga sama pentingnya dengan stimulasi lain seperti mendongeng, mengajaknya bicara atau merangsangnya mengenali benda dan lingkungan sekitar. Clyde Hertzman, direktur Human Early Learning Partnership dan Canada Research Chair in Population Health and Human Population, menyayangkan apabila bayi terus dibombardir dengan suntikan ilmu dan bahasa, semata untuk tujuan memperkaya otaknya.

“Semuanya harus seimbang. Sangat disayangkan apabila Anda menjadi terlalu berambisi untuk memberi stimulasi optimal dan momen-momen spesial itu malah tercuri dengan ketegangan atau atmosfer kompetitif, “ Ditambahkan Annelia, koneksi terbaik adalah melalui cuddling dan bercanda yang santai, tulus, dan tak mengenal perhitungan. “Hanya dengan ibu dan pengasuh relaks, anak bisa relaks. Jangan pernah menyepelekan dirinya, pasalnya ia sangat peka dengan emosi orang-orang terdekatnya, “pesannya tegas.

#10. Bermain bersama

Dr Kyle Pruett, profesor fakultas psikologi anak dari Yale University, Connecticut, Amerika Serikat di artikel Mom And Dad Are Different: The Critical Role of Fathers menulis kalau saat bermain, ayah jarang menggunakan alat bantu dan permainan sifatnya physical. Karena itu, stimulasi taktil umumnya lebih dahsyat saat bermain dengan figur pria. Kebanyakan ayah memang lebih play oriented dari bunda, dan sukses membuat suasana bermain lebih seru.

Sementara dengan bunda, permainan sifatnya lebih edukatif, menggunakan alat bantu mainan dan hati-hati. Dari bermain dengan dua gender yang berbeda, anak mendapat stimulasi optimal dan belajar konsep bermain yang seimbang. Yakni permainan yang komplit itu bisa seru dan physical, namun bisa juga edukatif dan menenangkan.
Menurut Dr Soedjatmiko, untuk memperoleh hasil optimum, 10 stimulasi di atas saat diberikan harus memenuhi 4 syarat, yakni:
– Diberikan di atmosfer menyenangkan (tidak terburu-buru dan memaksakan kehendak) dan penuh cinta.
– Dilakukan sesering mungkin dan sifatnya kontinu.
– Memberikan stimulasi juga harus dalam keadaan happy. Kalau yang memberikan stimulasi dalam kondisi nggak niat, bosan atau kesal maka besar risiko rangsang yang diberikan sifatnya emosi negatif.
– Saat memberikan stimulasi juga harus memperhatikan kondisi bayi Anda. Apakah ia dalam kondisi fit, siap maupun senang.