Tumbuh Kembang Bayi 3 Bulan – Pada usia 3 bulan, bayi Bunda sudah semakin sadar dengan sekelilingnya dan sudah memiliki jadwal tidur, makan dan bermain yang lebih teratur sehingga memungkinkan Bunda untuk beristirahat lebih lama. Kali ini kami akan menyoroti pertumbuhan dan perkembangan bayi umur 3 bulan yang bisa Bunda harapkan untuk dicapai oleh buah hati Bunda.

Kemampuan Motorik

– Refleks bawaan lahir seperti refleks kaget yang diperlihatkannya pada beberapa bulan awal biasanya berangsur-angsur hilang sekarang.
– Otot lehernya bertambah kuat dan bisa menopang kepalanya tanpa atau hanya sedikit terhuyung-huyung pada posisi tegak.
– Tubuh bagian atas sudah cukup kuat untuk menopang kepala dan dadanya dengan tangan pada waktu ditengkurapkan.
– Mulai bisa menjulurkan kaki dan menendang.
– Menunjukkan tanda-tanda awal koordinasi mata dan tangan seperti membuka dan menutup tangan, memukul ke arah mainan warna warni yang berjuntai, meraih mainan atau giring-giring sekilas, bermain dengan tangan dan memasukkan tangan ke mulut.

Pola Tidur

Perkembangan organ tubuh sang buah hati semakin sempurna, karenanya lambungnya sudah bisa menerima lebih banyak susu. Hal ini memungkinkan bayi Bunda untuk tidur lebih lama antara 6-7 jam dalam satu waktu. Jadwal tidur siangnya juga harusnya lebih teratur sekarang. Kebanyakan bayi 3 bulan akan tidur sebentar sekitar 1-2 jam beberapa kali dalam sehari.

BACA JUGA :
Tumbuh Kembang Bayi 6 Bulan
Tumbuh Kembang Bayi 5 Bulan
Tumbuh Kembang Bayi 4 Bulan
Tumbuh Kembang Bayi 2 Bulan
Tumbuh Kembang Bayi 1 Bulan

Panca Indera

Perkembangan bayi umur 3 bulan dalam hal indera pendengaran dan penglihatan juga semakin sempurna. Bayi 3 bulan akan menengok dan tersenyum ke arah suara orang tuanya dan senang mendengar semua jenis musik.

Komunikasi

Di usia 3 bulan, bayi mulai memperlihatkan kemampuan sosialnya. Ia mulai berinteraksi dengan orang dan tersenyum untuk kesenangan serta berceloteh dengan membuat suara vokal seperti “oh” dan “ah”. Frekuensi menangis pun berkurang, biasanya tidak lebih dari 1 jam per hari. Jika bayi Bunda menangis berlebihan, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter anak karena penyebabnya mungkin kolik atau masalah medis lainnya.

Setiap bayi berbeda satu sama lain. Jangan kuatir jika bayi Bunda melewatkan milestone tertentu, terutama bila bayi Bunda lahir prematur. Namun, segera konsultasikan dengan dokter anak jika pada usia 3 bulan bayi Bunda belum bisa merespon suara, mengikuti orang atau objek dengan matanya, tersenyum atau mencoba meraih objek.

Tumbuh Kembang Bayi 2 Bulan – Buah hati Bunda kini sudah berumur 2 bulan dan bukan merupakan bayi baru lahir lagi. Memasuki bulan ke-2 Bunda telah mengamati perkembangan bayi minggu ke minggu, Bunda akan mulai memahami kepribadian bayi Bunda. Bunda belajar apa yang disukai dan tidak disukai bayi, juga apa yang membuat bayi Bunda menangis. Berikut ulasan singkat pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 2 bulan yang bisa Bunda harapkan terjadi pada bayi Bunda.

Kemampuan Motorik

Bayi usia 2 bulan umumnya sudah lebih kuat untuk menopang kepalanya (tidak dalam jangka waktu lama) dan bisa mengangkat kepalanya setinggi 45 derajat pada saat ditengkurapkan atau ditegakkan badannya.

Refleks mengisap bayi biasanya berlanjut di bulan ke-2 pertumbuhannya. Mereka semakin senang mengisap jempol atau jari lainnya yang merupakan salah satu cara mereka untuk menghibur diri.

Bayi 2 bulan belum dapat bermain dengan mainan. Tapi bayi Bunda mulai tertarik dengan objek warna-warni yang digantungkan di depannya. Ia bahkan mungkin mencoba meraih objek tersebut atau memegang sebentar mainan yang ditempatkan ke tangannya.

BACA JUGA :
Tumbuh Kembang Bayi 6 Bulan
Tumbuh Kembang Bayi 5 Bulan
Tumbuh Kembang Bayi 4 Bulan
Tumbuh Kembang Bayi 3 Bulan
Tumbuh Kembang Bayi 1 Bulan

Waktu Tidur

Perkembangan pola tidur bayi usia 2 bulan masih belum terbentuk sepenuhnya. Umumnya bayi 2 bulan membutuhkan waktu tidur 15 – 16 jam per hari yang terbagi dalam beberapa sesi tidur.

Bayi 2 bulan sebaiknya dibiarkan tidur telentang untuk mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Hindari juga menaruh objek-objek di ranjang termasuk bantal, boneka, mainan, dll. Bantulah bayi Bunda untuk belajar tidur sendiri dengan menaruh bayi Bunda di tempat tidurnya pada saat ia terlihat mengantuk.

Tengkurap

Dengan kondisi leher yang sudah lebih kuat, si kecil sudah bisa menopang kepalanya. Saat ditengkurapkan, ia akan mencoba mengangkat badannya dengan mendorong tangannya. Hal ini yang akan memperkuat otot tubuh bagian atas dan punggung. Otot-otot ini nantinya akan membantunya duduk, bergerak dan berdiri suatu saat nanti.

Untuk mendukung perkembangan si kecil, Bunda bisa menelungkupkan bayi Bunda pada saat bayi sedang tertarik untuk bermain. Temani buah hati Bunda pada saat tengkurap dan berbicaralah padanya untuk mendukung perkembangannya. Membiasakan bayi tengkurap akan membantu memperkuat otot leher untuk menopang kepalanya.

Indera Penglihatan

Sekarang ia sudah bisa melihat objek dari jarak sekitar 18 inci. Bayi Bunda kini bisa mengikuti gerakan benda yang mendekat. Karenanya, sang buah hati akan senang digendong dengan posisi tegak menghadap keluar. Menempatkan bayi di bouncer juga membantunya untuk menikmati pemandangan.

Bahasa

Bayi akan mulai membuat berbagai suara biasanya diawali dengan huruf vokal seperti eh, oh, ah atau uh. Ia akan mendengarkan suaranya sendiri dan terus berlatih menggerakkan lidahnya untuk mengulang suara. Terus berbicara dengannya dengan cara mengulang suara yang ia buat. Biarkan bayi Bunda menjawab Bunda. Ikuti gerakan matanya untuk melihat apakah ia sedang mengamati sesuatu. Ia mungkin berbicara tentang suatu objek atau seseorang.

Komunikasi

Cara utama bayi usia 2 bulan untuk berkomunikasi masih melalui tangisan. Tapi Bunda mungkin bisa mendengar sedikit degukan, jeritan, gerutu dan bahkan celoteh manja. Bayi Bunda juga sudah mengenal wajah dan suara Bunda serta dapat meresponnya. Anda bahkan mungkin bisa melihat senyum pertamanya (senyum tanpa gigi dengan gusi yang bersinar) yang menawan hati.

Hal terpenting yang bisa Bunda lakukan saat ini untuk mendukung pertumbuhan bayi usia 2 bulan adalah berbicara pada buah hati Bunda. Bicarakan hal yang sedang Bunda lakukan. Walaupun ia tidak bisa menjawabnya, ia akan bereaksi pada suara Bunda. Hal ini akan mendorong mereka untuk mulai membentuk kata pertamanya di bulan-bulan mendatang.

Tumbuh Kembang Bayi 1 Bulan – Dua belas bulan pertama kehidupan bayi Bunda merupakan masa-masa tumbuh kembang bayi yang menakjubkan. Dalam waktu sesingkat itu, buah hati Bunda akan berubah dari bayi yang bergantung sepenuhnya pada Bunda menjadi anak kecil yang mulai berjalan, berbicara dan menunjukkan tanda-tanda awal kemandirian.

Pertumbuhan

Jangan kuatir jika bayi Bunda kehilangan sebagian berat badannya pada beberapa hari pertama kehidupannya. Bayi dilahirkan dengan kelebihan cairan tubuh karenanya berat badannya akan turun sekitar 10% sebelum menjadi stabil dan berangsur-angsur naik. Dalam waktu 2 minggu, berat badannya akan kembali ke berat badan waktu lahir dan naik terus dengan cepat selama bulan pertama.

BACA JUGA :
Tumbuh Kembang Bayi 6 Bulan
Tumbuh Kembang Bayi 5 Bulan
Tumbuh Kembang Bayi 4 Bulan
Tumbuh Kembang Bayi 3 Bulan
Tumbuh Kembang Bayi 2 Bulan

Kemampuan Motorik

Meskipun bayi usia 1 bulan sudah bisa memutar kepala pada saat dalam posisi tengkurap, namun leher mereka belum cukup kuat untuk menopang kepala pada posisi tegak. Karenanya jangan lupa untuk menopang kepalanya dengan tangan sewaktu mengangkatnya.

Umumnya, gerak refleks bawaan bayi lahir meliputi :
– Mengisap
Segera setelah lahir, bayi Bunda akan mulai mencari dan melekat pada payudara atau dot untuk makan.
– Mengeluarkan makanan
Refleks mengeluarkan objek dari kerongkongan agak tidak tersedak.
– Genggaman yang kuat
Taruh jari Bunda dalam telapak tangannya dan rasakan cengkeramannya.
– Refleks moro
Pada saat terkejut, bayi akan tersentak ditandai dengan merentangkan kedua tangannya dan membuka genggamannya (terutama jika tidak ada pegangan).
– Naluri untuk melangkah
Jika Bunda meletakkan kaki bayi pada permukaan solid sambil menopang tubuhnya, akan kelihatan bayi Bunda melangkah.

Perkembangan Indera Penglihatan

Bayi yang baru lahir hanya bisa melihat dengan jelas pada jarak dekat sekitar 25cm. Yang berarti bayi hanya bisa melihat wajah Bunda saat menyusui. Mereka juga lebih menyukai objek berbentuk bulat dengan gelap dan terang yang kontras serta memiliki garis luar yang tajam karena lebih mudah dilihat.

Matanya juga mungkin terlihat juling pada saat ia mencoba fokus pada objek. Ini merupakan hal yang normal karena syaraf pengontrol mata bayi belum sepenuhnya berkembang. Namun jika hal ini berlanjut sampai usia 3 atau 4 bulan segera berkonsultasi dengan dokter anak.

Perkembangan Indera Pendengaran

Walaupun pendengarannya belum sempurna namun bayi baru lahir sudah bisa mengenali suara sang Bunda yang didengarnya tiap hari dalam kandungan. Bayi juga memiliki kemampuan untuk memblokir suara-suara yang mengganggunya agar bisa memperoleh istirahat yang cukup dan melindungi diri dari penggunaan panca indera yang berlebihan. Namun, jika bayi Bunda sepertinya tidak merespon pada suara apapun konsultasikan dengan dokter anak.

Perkembangan Indera Perasa

Bayi lebih menyukai rasa manis tetapi indera perasanya belum cukup matang untuk membedakan asam dan pahit. Sedangkan indera penciumannya sudah berkembang sempurna dan sudah bisa membedakan bau puting ibu dan bau asi dalam beberapa hari pertama kehidupannya.

Menghilangkan Cegukan Pada Bayi – Menyusui bayi atau memberikan susu seringkali merupakan cara yang efektif untuk menghilangkan cegukan bayi. Namun, cara ini sebaiknya dihindari jika cegukan bayi tidak berhenti atau semakin parah.

Berikut beberapa hal yang bisa ayah bunda lakukan di rumah untuk membantu mencegah dan mengatasi cegukan bayi, antara lain :

1. Jika bayi mengalami cegukan saat sedang menyusui, cobalah perbaiki posisi menyusui untuk membatasi jumlah udara yang masuk ke mulutnya.
Jaga kepala bayi lebih tinggi dari perutnya pada saat menyusu. Sebaiknya sesi penyusuan dihentikan sementara jika cegukan bayi tidak berhenti dan parah untuk menghindari bayi tersedak.

2. Sendawakan bayi sesudah memberikan ASI untuk mengeluarkan udara berlebih dari perutnya dan mengurangi kejang otot pada bayi.
Caranya, gendong bayi pada posisi berdiri, letakkan kepala bayi di pundak menghadap ayah bunda, lalu tepuk-tepuklah bagian punggungnya dengan perlahan, tidak terlalu lembut dan tidak terlalu keras juga. Lakukan ini selama satu atau dua menit hingga bayi bersendawa.

3. Tenangkan bayi yang sedang cegukan dengan memijat bagian belakangnya atau menggosok punggungnya secara perlahan hingga ia merasa rileks dan cegukannya berkurang.

4. Dalam beberapa kasus, menyusui bayi bisa membantu menghentikan cegukan bayi.

5. Jika cegukan bayi parah, sebaiknya jangan diberi susu dulu, tunggu sampai cegukannya hilang.

6. Hindari menggunakan metode-metode tradisional untuk menghilangkan cegukan bayi seperti mengagetkannya, menekan bola matanya, mendorong ubun-ubun nya, menarik lidahnya, atau cara lainnya yang belum terbukti efektif dan mungkin malah membahayakan bayi.

Kondisi masing-masing bayi berbeda satu sama lain. Ada yang lebih rentan mengalami cegukan dan ada pula yang jarang mengalami masalah cegukan.
Cegukan bayi bisa dianggap normal dan tidak perlu dikuatirkan jika cegukannya tidak mengganggu aktivitasnya sehari-hari – bayi bisa menyusui, makan dan tidur dengan baik. Cermati cegukan bayi yang tidak berhenti, terjadi terlalu lama, sering dan di luar kebiasaan. Segera konsultasikan dengan dokter jika ayah bunda menemukan kondisi tersebut.

Berikut beberapa kondisi cegukan yang membutuhkan perhatian lebih dan perlu ayah bunda waspadai :
– Cegukan bayi tidak berhenti dan parah hingga mengganggu makan dan tidurnya.
– Cegukan bayi yang disebabkan oleh penyakit asam lambung (gastroesophageal reflux) dengan gejala bayi sering cegukan, batuk, muntah dan rewel.
– Cegukan bayi tidak berhenti, sangat sering dan tidak terkendali meskipun bayi sudah berusia satu tahun ke atas. Kondisi ini bisa merupakan gejala dari penyakit yang lebih serius.

Cegukan Pada Bayi – Tidak hanya orang dewasa yang mengalami cegukan, bayi juga mengalaminya, bahkan bayi sudah mengalaminya sejak dalam kandungan. Cegukan ini terjadi karena adanya kontraksi otot diafragma secara tiba-tiba yang mungkin dipicu oleh iritasi atau stimulasi pada otot diafragma.

Bayi yang masih berusia kurang dari satu tahun, cukup rentan mengalami cegukan. Ini merupakan sesuatu yang normal dan tidak berbahaya. Normalnya cegukan akan menghilang dengan sendirinya, sehingga ayah bunda tidak perlu terlalu kuatir.

Menyusui bayi atau memberikan susu seringkali merupakan cara yang efektif untuk menghilangkan cegukan bayi. Namun, cara ini sebaiknya dihindari jika cegukan bayi tidak berhenti atau semakin parah.

Beberapa hal yang bisa menjadi penyebab cegukan pada bayi antara lain:

#1. Diagframa yang belum sempurna

Cegukan pada bayi yang berusia kurang dari tiga bulan umumnya dikarenakan belum matangnya fungsi saraf pada diafragma bayi. Seiring bertambahnya usia bayi, cegukannya akan berkurang karena sistem tubuh bayi yang semakin matang.

#2. Aktivitas menyusui

Cegukan bisa dipicu oleh udara yang masuk bersamaan dengan aktivitas menyusui. Jika bayi menyusui ASI, teknik menyusui yang salah bisa menyebabkan masuknya udara sehingga bayi cegukan setelah menyusu. Untuk bayi yang cegukan setelah minum susu melalui dot, ada kemungkinan lubang dot terlalu lebar sehingga udara ikut masuk atau bayi meminum dari botol susu yang telah habis isinya sehingga yang disedotnya adalah udara dan bukan susu. Menyusui terlalu cepat juga bisa memicu cegukan.

#3. Kekenyangan

Mengonsumsi terlalu banyak susu sehingga bayi kekenyangan juga bisa mengakibatkan cegukan.

#4. Perubahan emosi

Bayi yang mengalami perubahan emosi atau merasa tegang dan stres juga bisa memicu cegukan.

#5. Perubahan suhu

Cegukan juga bisa terjadi saat bayi mengalami penurunan suhu mendadak, seperti terkena udara dingin atau mandi air dingin.

#6. Penyakit asam lambung

Cegukan bayi yang tidak berhenti yang disertai dengan muntah, batuk dan bayi rewel bisa jadi merupakan gejala bayi menderita penyakit gastroesophageal reflux (GERD) atau masalah lambung lainnya.
Pada bayi yang sehat, cegukan merupakan hal yang wajar. Namun, pada sebagian bayi cegukan bisa mengganggu pernapasan. Berikut beberapa kondisi cegukan yang membutuhkan perhatian lebih dan perlu ayah bunda waspadai :
– Cegukan bayi tidak berhenti dan parah hingga mengganggu makan dan tidurnya.
– Cegukan bayi yang disebabkan oleh penyakit asam lambung (gastroesophageal reflux) dengan gejala bayi sering cegukan, batuk, muntah dan rewel.
– Cegukan bayi tidak berhenti, sangat sering dan tidak terkendali meskipun bayi sudah berusia satu tahun ke atas. Kondisi ini bisa merupakan gejala dari penyakit yang lebih serius.