perkembangan bayi - Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi 0-3 Bulan

Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi 0-3 Bulan

Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi 0-3 Bulan – Tahun-tahun pertama dalam perkembangan anak memang penuh suka cita bahkan cerita bagi Bundanya. Sebagai orang tua, Bunda wajib tahu tahapan perkembangan bayi dan balita dari masa-masa awal kehidupannya. Yuk kita simak bersama!

– Bayi Baru Lahir, Usia 1 Bulan.

Memiliki Berat Badan: 2,5-4,3 kg.

Panjang Badan: 46-55 cm.

Di saat bayi sedang mengalami berbagai pertumbuhan dan perkembangan saat baru lahir. Selain pertumbuhan fisik, fungsi pancaindra bayi juga ikut serta berkembang. Bahkan, bayi sudah mulai untuk mengembangkan kemampuan linguistik sejak dilahirkan.

Pada usia 1 bulan, bayi akan menggunakan beberapa ekspresi suara seperti tangisan, geraman, dan kicauan kecil untuk berkomunikasi. Sikap balasan Bunda terhadap cara komunikasi si Kecil ini sangat baik untuk mendorong pertumbuhan bayi.

Beberapa perkembangan yang dapat Bunda pantau pada saat bulan awal, ini antara lain:

– Pendengaran.

Pada indra pendengaran bayi sebenarnya telah berkembang sejak dari dalam kandungan. Hanya saja, pendengarannya kian sensitif dan semakin sempurna. Bayi yang sudah bisa menunjukan cara untuk mencari arah suara dan merespon disaat mendengarkan tepukan tangan. Bayi juga sudah dapat mengedipkan mata bahkan terkejut karena suara.

Bunda dapat menanggapinya dengan cara bernyanyi atau memainkan musik lembut untuk bayi. Selain menyenangkan bagi bayi, hal ini juga dapat mengembangkan kemampuan indra pendengarnya.

– Penglihatan.

Yang dimiliki dalam penglihatan bayi saat di usia ini masih kabur, tetapi perlahan akan berangsur jelas dan semakin tajam fokusnya. Jarak pandang bayi usia 1 bulan hanya sekitar 30 cm. Karena itu, dekatkanlah wajah Bunda saat bermain dengan si Kecil.

Bayi juga mulai dapat mengikuti pergerakan objek dengan menggerakkan kepala dan juga mata. Namun, saat objek hilang, mereka juga tidak akan ingat eksistensinya lagi. Jangan khawatir jika mata bayi tampak juling karena ini adalah bagian dari cara fokus pandangan bayi.

motorik Dan Kesadaran.

Usia bayi pada 1 bulan belum menyadari dirinya adalah bagian terpisah dari orang lain. Pada usia ini bayi akan menyadari keberadaan tangan dan kaki yang bisa digerak-gerakkan.

Dalam mengontrol kepala juga masih sangat lemah. Namun, bayi sudah bisa sesekali menegakkan kepala dan menggerakkan dari kiri ke kanan bahkan sebaliknya. Bayi juga bisa refleks menggenggam jemari Bunda walaupun tidak sangat erat.

– Bayi Usia 2 Bulan

Bayi memiliki Berat Badan: 3,4-5,7 kg.

Panjang badan bayi: 51-58 cm.

Di saat usia sekitar 4-6 minggu, bunda mungkin sudah mulai sering melihat si Kecil tersenyum lebar. Apa lagi di saat pertumbuhan dan perkembangan yang dialami bayi pada tahapan usia ini?

– Pengelihatan.

Di buktikan perbedaan warna kian jelas bagi bayi yang pada umumnya sangat menyukai kontras warna primer yang terang dan jelas. Bayi juga gemar melihat pola dan gambar yang berukuran besar dan kontras. Penglihatan si Kecil dalam usia ini sudah mulai berkembang dan jarak pandangnya kian bertambah, sekitar 60 cm.

– Pendengaran.

Ternyata si Kecil semakin pintar, bahkan mengenali dan membedakan suara-suara di sekitarnya. Sering-seringlah bernyanyi dan mengajaknya mengobrol karena suara Bunda punya efek menenangkan yang akrab di telinganya.

– Motorik Dan Kesadaran.

Memiliki berat badan rata-rata 5 kg dan panjang hingga 58 cm, koordinasi gerakan bayi semakin mulus dan lancar. Saat ini si Kecil sudah punya refleks menarik. Ia akan mencoba meraih benda di sekitarnya dan mengibaskan tangan. Bayi juga sudah bisa menyepak saat dibaringkan.

Si Kecil juga sudah mulai bisa mengangkat kepala sejenak. Gerakan ini akan dapat mendorongnya untuk mencoba berguling. Walau begitu, pada umumnya bayi belum bisa benar-benar tengkurap saat diusia 2 bulan.

– Bayi Usia 3 Bulan.

Memiliki Berat Badan : 4,4-7 kg.

Panjang badan bayi: 54.7 – 62.2 cm.

Di antara usia 2-3 bulan, bayi akan cukup fokus dengan tangannya. Bayi akan sangat senang melihat tangan mereka sendiri atau memasukkan tangan ke mulut. Meski gerakan mereka masih kaku, perkembangan motorik mereka berlangsung pesat saat ini.

Indra Peraba

Dalam perkembangan indra peraba pada bayi semakin baik pada usia 3 bulan. Ini merupakan momen yang tepat untuk memperkenalkan berbagai tekstur kepada si Kecil. Hadirkan mainan dengan jenis material berbeda.

Bunda juga sebaiknya sering untuk menjalin kontak kulit dengan si Kecil saat kemampuan indra perabanya berkembang pesat. Selain mendekatkan diri secara emosional, kontak fisik dapat menenangkan mereka. Bunda juga sudah bisa mulai memperkenalkan pijat bayi pada usia ini.

– Memahami Sebab Dan Akibat.

Bagi pemahaman terhadap bayi juga cukup berkembang pesat saat memasuki usia 3 bulan. Di saaat ini, si Kecil mulai memperhatikan efek sebab-akibat di sekelilingnya. Contohnya, mainan yang dipukul akan jatuh, dan sebagainya. Jaringan di otaknya sedang saling terhubung seiring penemuan-penemuan barunya tentang dunia di sekitarnya.

– Motorik Kesadaran.

Di saat usia ini bayi sudah lebih kuat menyangga kepalanya dan berusaha berguling ke kanan dan ke kiri. Kemampuan motorik si Kecil juga semakin kuat dan semakin baik dalam menggerakkan tangan dan kaki. Pada usia ini, bayi sudah mulai bisa menggenggam mainan.

Di semakin bertambahnya usia si Kecil, kemampuan bersosialisasinya juga semakin berkembang. Pada usia ini, ia sudah dapat mengenali suara Bunda dan orang-orang terdekat yang setiap hari berada di sekitarnya. Bayi mulai dapat mengenali pantulannya dalam cermin dan mulai senang berinteraksi dengan orang di sekitarnya.

Sekian Penjelasan Mengenai Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi 0 – 3 Bulan. Simak Terus Informasi menarik lain nya. Di www.indriani.web.id

Ibu Dan Bayi - Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi DiPeriode Emas

Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi DiPeriode Emas

Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi DiPeriode Emas – Dengan mengoptimalkan bertumbuh bahkan berkembangnya anak bayi paling efektif dalam rentang 1.000 hari pertama kehidupannya atau periode emas. Pada saat itu, bayi akan dapat lebih cepat menangkap ilmu dan stimulasi. Persiapkan apa yang akan diajarkan dan diberikan untuk lebih mudah diterima.

Saat periode emas ini jugalah dalam berbagai pencapaian pertumbuhan akan terus terjadi. Bahkan dari segi fisik, pertumbuhan tinggi badan sampai kekuatan otot dapat terlihat. Potensi buah hati pun akan mulai bisa terlihat dalam sisi kecerdasan, kreativitas, kemandirian, kepercayaan diri, hingga kesupelannya. Pencapaian-pencapaian ini jugalah yang semestinya Bunda sadari untuk bisa dapat terus memacu buah hati agar menjadi anak generasi maju yang selalu bisa untuk dapat dibanggakan.

 

Stimulasi Bayi Pada Periode Emas

Agar dapat mengoptimalkan potensinya, tentu stimulasi yang Bunda beri harus banyak pertimbangan jangan asal di berikan. Lebih baik Bunda dapat untuk menyesuaikan stimulasinya dengan usia bayi. Karena beda umur, beda stimulasi yang perlu Bunda lakukan juga. Ini adalah contoh stimulasi yang bisa Bunda berikan kepada buah hati disaat usianya berada di rentang 0-6 bulan.

Perkanalkan Suara Sekitar

Pertama, rahim Bunda merupakan rumah bayi yang tergolong tenang dan paling nyaman. Namun di saat sudah lahir, bayi perlahan harus diajarkan bahwa tempatnya kini telah berbeda. Biarkan bayi mengenal dunia barunya dengan cara dapat mengenal situasi sekitar lewat interaksi suara.

Perkenalkan buah hati dalam mendengar berbagai suara di rumah terlebih dahulu, mulai dari suara orang berbicara, televisi, maupun bunyi dari mainannya sendiri. Cara ini bisa membuat bayi mulai dapat membedakan suara – suara di sekitarnya dan dapat juga menimbulkan reaksi khusus pada setiap bunyi.

Sering Diajak Komunikasi

Yah tidak ada istilah terlalu dini untuk mengajak bicara bayi Bunda. Sebelum lahir Bunda dapat juga melakukannya. Mengajak bicara buah hati akan bisa juga menstimulasi pendengarannya agar menjadi lebih peka. Kemampuan bicaranya pun akan lebih terasah karena sifat bayi yang senang meniru.

Oleh karena itu, sering-seringlah untuk dapat mengajak bicara bayi Bunda dalam berbagai kesempatan. Tidak perlu secara khusus, Bunda bahkan bisa melakukannya disaat sedang menyusui, memandikan, ataupun ketika hendak menidurkan si bayi.

Selalu Memberikan Senyuman

Agar dapat mendukung buah hati menjadi anak generasi maju yang percaya diri dan supel, anak tentu harus merasa nyaman sedari kecil. Anak harus dapat merasa diterima bahkan disayangi oleh orang-orang yang berada disekitarnya. Bunda dapat menunjukkan kasih sayang tersebut dengan cara, selalu memberikan senyuman kepada anak. Jangan lupa jugauntuk dapat tatap matanya sesering mungkin. Buat anak sadar dan yakin bahwa kehadirannya itu sungguh sangat diharapkan dan memberikan kebahagiaan.

Sifat bayi yang senang meniru pada akhirnya akan membuatnya sering tersenyum dengan stimulasi yang Bunda lakukan. Nah, jika buah hati sudah sering tersenyum, jangan diabaikan. Bunda sebaiknya selalu dapat membalas senyumannya. Senyum balik dari Bunda akan semakin meyakinkan bayi bahwa ia selalu diterima dengan baik oleh Bunda.

Tambah Intensitas Balaian Dan Pelukan

Setiap Bunda pasti akan selalu menyanyangi buah hatinya. Bahkan, ada yang senang mengungkapkannya lewat interaksi fisik dan ada juga yang agak enggan. Sebenarnya, interaksi fisik, seperti belaian dan pelukan, akan sangat berarti untuk sibuah hati. Ia akan merasa aman dan disayang sehingga secara langsung selalu akan memberikan rasa kepercayaan diri bagi dirinya.

Oleh sebab itu, jangan ragu untuk sering membelai dan memeluk buah hati Bunda dengan lembut. Ketika ia menangis, Bunda dapat memeluknya dan gendonglah. Di saat senggang, ajaklah bayi untuk berbincang sambil sesekali taruhlah belaian di kepala dan punggungnya

Dengarkan Musik

Tidak hanya suara sekitar, akan lebih baik Bunda untu dapat mulai memperdengarkan musik kepada bayi sedari dini. Alunan nada yang teratur akan lebih mudah membuat bayi mengenal dan juga membedakan bunyi. Pengaruh lainnya, suara musik yang ia dengar pun bisa merangsang otaknya untuk lebih kreatif.

Bunda dapat sesuaikan musik yang ingin diputar dengan kegiatan bayi. Contohnya, ketika sedang menyusui atau hendak menidurkan bayi, Bunda bisa menyetel musik dengan alunan nada yang tenang. Kecilkan volume musik juga ketika buah hati Bunda hendak beristirahat.

Sekian informasi yang kami berikan seputar Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi DiPeriode Emas. Simak Terus artikel lain nya. Hanya di www.indriani.web.id

Tumbuh Kembang Bayi 6 Bulan – Tidak terasa Bunda sudah berhasil melewati setengah masa dari tahun pertama pengasuhan bayi Bunda. Bayi Bunda kini sudah mulai belajar berkomunikasi dan mungkin sudah memakan makanan padat sekarang. Berikut beberapa perkembangan milestone bayi usia 6 bulan.

Pertumbuhan Badan

Di beberapa bulan pertama kehidupannya, bayi bertambah berat badan sekitar 600 gr sampai 1,5 kg per bulan. Berat badan bayi usia 6 bulan seharusnya sudah dua kali lipat dari berat badan waktu lahir. Pertambahan berat badan bayi melambat sekitar 500 gr per bulan memasuki 6 bulan ke-2 kehidupannya. Pertumbuhan tinggi badan juga melambat antara 1 sampai 11⁄2 cm per bulan di periode ini.

Kemampuan Motorik Kasar

Di usia 6 bulan bayi mulai bisa duduk sendiri. Awalnya ia mungkin harus menopang badannya dengan tangannya tapi sejalan dengan waktu ia akan bisa duduk tanpa topangan tangannya.

Bayi umur 6 bulan mungkin sudah bisa berguling ke posisi telungkup dan telentang sendiri. Ia bahkan mungkin bisa menggeser badannya maju atau mundur dengan mendorong lantai pad saat tengkurap.

Kemampuan Motorik Halus

Kemampuan motorik halusnya juga semakin berkembang. Setelah mengetahui bahwa ia bisa menggunakan tangannya untuk memukul, memegang dan menggoncangkan berbagai benda, sekarang ia belajar bahwa ia bisa menggunakan jarinya satu persatu atau bersama-sama untuk menjumput objek yang lebih kecil. Kemampuan ini akan terus berkembang dalam beberapa bulan ke depan.

Jangan terpancing untuk membandingkan bayi Bunda dengan bayi lainnya karena bayi merupakan individu yang unik dengan minat dan preferensinya sendiri. Perihal perkembangan bayi usia 6 bulan, ada bayi yang lebih tertarik untuk mengembangkan kemampuan motorik kasarnya dari pada motorik halusnya. Ada yang sudah mulai mencoba merangkak dengan menyeret perutnya di usia ini, ada pula yang lebih senang duduk dan mengamati saja.

Pola Tidur

Bayi umur 6 bulan sudah bisa tidur terus menerus selama 6-8 jam per sekali tidur. Karena ia sudah bisa berguling, ia mungkin tidur dalam keadaan telentang dan bangun dalam posisi tengkurap. Resiko SIDS juga menurun di usia ini, namun tetap hindari hal-hal yang bisa mengakibatkan SIDS.

Mpasi

Umumnya bayi usia 6 bulan sudah siap menerima makanan padat. Mulailah dengan bubur susu atau buah-buahan yang mudah dicerna seperti pisang. Selanjutnya, perkenalkan berbagai buah dan sayur satu demi satu – berikan selang waktu tiga atau empat hari sebelum mengenalkan makanan baru – untuk memastikan bayi tidak alergi (seperti ruam, mata gatal, diare atau muntah) terhadap makanan tersebut.

Jika ia tidak menyukai makanan baru, tunggu beberapa hari dan coba berikan kembali. Bayi mudah berubah dan seleranya bisa berbeda dari hari ke hari.

Hindari memberikan makanan yang mungkin menimbulkan alergi seperti buah berry, coklat, putih telur, kacang tanah, kerang, kacang kedelai, dsbnya terlebih dahulu. Madu hanya boleh diberikan setelah bayi berusia satu tahun ke atas. Susu sapi juga tidak boleh diberikan sebelum bayi berusia satu tahun, namun produk turunan susu seperti yogurt atau keju sudah boleh diberikan.

BACA JUGA :
Tumbuh Kembang Bayi 5 Bulan
Tumbuh Kembang Bayi 4 Bulan
Tumbuh Kembang Bayi 3 Bulan
Tumbuh Kembang Bayi 2 Bulan
Tumbuh Kembang Bayi 1 Bulan

Komunikasi

Bayi umur 6 bulan sudah bisa tersenyum, tertawa dan berceloteh. Ia mungkin mengucapkan kata-kata seperti “mamamama” atau “dadadada” walaupun belum bisa mengasosiasikannya dengan orang tuanya. Untuk membantu perkembangan bahasa bayi 6 bulan, tanggapi celotehannya walaupun tidak ada artinya dan bacakan buku cerita untuknya.

Seiring pertumbuhan bayi 6 bulan, bayi juga sudah mulai mengenali orang dan benda di sekitarnya. Ia akan merasa nyaman dengan hal-hal yang dikenalnya seperti mama, papa, kakek, nenek serta mainan favoritnya. Ia mungkin sudah bisa meminta digendong dengan cara mengangkat kedua tangannya. Ia juga mungkin mulai takut terhadap orang atau situasi yang asing baginya.

Tumbuh Kembang Bayi 5 Bulan – Memasuki usia 5 bulan, buah hati Bunda kini memasuki masa transisi dimana ia mulai mencoba berbicara dan mengeksplorasi berbagai suara yang bisa ia buat. Si kecil juga sudah bisa duduk tegak untuk waktu yang lebih lama. Sangat menakjubkan ketika melihat cepatnya perkembangan yang dilakukannya. Berikut beberapa keahlian baru yang mungkin dapat dilakukan bayi Bunda pada usia 5 bulan.

Kemampuan Motorik Kasar

Ada bayi yang sudah bisa berguling dari posisi telentang ke tengkurap di usia ini. Begitu ia sudah bisa berguling maka ia akan mencoba menggerakkan kakinya, mempersiapkan diri untuk kemampuan baru yang akan dicapainya beberapa bulan lagi yaitu merangkak dan bergerak maju. Jika ia sudah bisa berguling, jangan pernah meninggalkannya di ranjang atau permukaan tinggi lainnya di mana ia bisa berguling tanpa sadar sehingga terjatuh dan terluka.

Kemampuan Motorik Halus

Kemampuan genggaman bayi 5 bulan semakin kuat. Ia bisa menarik benda ke dekatnya, menggenggamnya dan dengan ahlinya memindahkannya ke tangan yang lain. Ia bahkan mungkin bisa memegang botol atau gelas sendiri.

Pola Tidur

Kebanyakan bayi umur 5 bulan bisa tidur sepanjang malam. Sedangkan pada siang hari, bayi masih membutuhkan dua kali tidur (pagi dan sore). Usahakan untuk tidak menunda tidurnya sampai ia terlalu capek atau rewel. Tidurkan bayi Bunda jika ia kelihatan mengantuk. Memandikannya dengan air hangat kemudian menggendong atau mengayunkannya sambil bernyanyi atau bercerita akan membuatnya mengantuk.

Indera Penglihatan

Pada usia ini, bayi masih belum memiliki penglihatan 20⁄20, tapi ia bisa melihat dengan baik dari berbagai jarak dan kedua matanya sudah bisa fokus bersamaan tanpa juling. Ia juga sudah bisa membedakan berbagai warna tapi biasanya masih lebih menyukai warna primer seperti merah, biru dan kuning.

BACA JUGA :
Tumbuh Kembang Bayi 6 Bulan
Tumbuh Kembang Bayi 4 Bulan
Tumbuh Kembang Bayi 3 Bulan
Tumbuh Kembang Bayi 2 Bulan
Tumbuh Kembang Bayi 1 Bulan

Komunikasi

Bayi umur 5 bulan sudah mengetahui berbagai bunyi yang bisa ia buat dengan lidah dan bibirnya. Ia mulai mengeluarkan suara celotehan yang terdiri dari huruf konsonan dan vokal seperti “ba-ba” atau bahkan mungkin “ma-ma” atau “da-da”. Ia mengeksplorasi suara yang bisa ia buat dan mungkin mengulangnya terus menerus. Semua ini merupakan bentuk awal dari perkembangan bahasa dan komunikasinya.

Suara berharga lainnya yang sering dan ingin Bunda dengar terus adalah suara tertawa pertamanya. Dukung tumbuh kembang bayi 5 bulan Bunda dengan menciptakan waktu bergembira dan tertawa bersama bayi Bunda. Bunda bisa mencoba menggelitikinya, ikut tertawa dengan lelucon yang mungkin dibuatnya atau lakukan hal yang mungkin menggelikan sehingga mengundang tawanya.

Bayi 5 bulan juga sudah mulai mengerti suara yang didengarnya seperti gonggongan anjing atau suara mesin. Karenanya ia mungkin merespon ketika namanya dipanggil.

Ia juga belajar cara memberi tahu anda apa yang dibutuhkannya lewat suara yang dibuatnya. Perhatikan dan coba bedakan suara yang dipakainya pada berbagai kondisi seperti saat ia lapar, capek atau ingin bermain.

Tumbuh Kembang Bayi 4 Bulan – Bayi umur 4 bulan senang mengekspresikan diri melalui senyuman, ketawa, degukan dan celotehan. Pertumbuhannya pun semakin pesat, dimana berat badan bayi usia 4 bulan biasanya akan bertambah dua kali lipat dari berat badan lahir. Jika Bunda kuatir bayi Bunda tidak mendapatkan asupan gizi yang baik atau berat badan yang cukup, segera konsultasikan dengan dokter anak.

Pertumbuhan Gigi

Umumnya bayi baru mulai tumbuh gigi pada usia delapan bulan. Namun ada juga bayi yang sudah tumbuh gigi pada usia empat bulan. Tanda-tanda bayi sudah mau tumbuh gigi biasanya ngiler, ruam di wajah karena air liur, menggigit objek untuk mengurangi rasa gatal, rewel, hilang selera makan, menarik telinga kanan atau mengucek pipi yang sakit dan diare.

Kemampuan Motorik

Pada perkembangan motorik halus, bayi Bunda semakin terampil. Ia mulai bisa memindahkan mainan atau objek lainnya dengan kedua tangannya. Bahkan ia akan mengapai apa saja yang bisa dicapainya termasuk rambut Bunda, boneka gantung dan objek yang tergantung di dekatnya (anting, kalung, dll).

Sedangkan dari segi motorik kasar, kepalanya sudah tidak lagi terhuyung-huyung saat ini. Bayi 4 bulan umumnya sudah memiliki kontrol kepala yang cukup baik. Pada posisi duduk sang anak sudah bisa menahan kepala dan lehernya. Mereka juga sudah bisa menendang dan mendorong dengan kakinya. Bahkan ada bayi yang sudah bisa berguling telentang dari posisi tengkurap.

BACA JUGA :
Tumbuh Kembang Bayi 6 Bulan
Tumbuh Kembang Bayi 5 Bulan
Tumbuh Kembang Bayi 3 Bulan
Tumbuh Kembang Bayi 2 Bulan
Tumbuh Kembang Bayi 1 Bulan

Pola Tidur

Bayi umur 4 bulan sudah bisa tidur nyenyak sepanjang malam, biasanya 7-8 jam. Ditambah dengan tidur siang dua kali sehingga total tidur bayi akan berkisar antara 14-16 jam per hari.

Perkembangan Indera

Di usia empat bulan, penglihatan bayi semakin tajam. Ia mulai bisa melihat kontras warna yang lebih samar seperti kancing biru di kemeja biru. Jangkauan penglihatannya juga semakin jauh.

Matanya seharusnya tidak juling lagi pada usia ini ketika mengikuti objek atau orang di sekitar ruangan secara bersamaan. Jika matanya masih sering juling jangan lupa untuk mendiskusikannya dengan dokter anak.

Komunikasi

Pada umur 4 bulan, bayi mulai menyadari adanya reaksi orang-orang di sekitarnya terhadap tindakannya. Contohnya jika ia menjatuhkan sesuatu, Bunda akan memungutnya karenanya ia akan sengaja menjatuhkan objek yang sama berulang kali hanya untuk melihat Bunda memungutnya lagi dan lagi.

Bayi usia ini juga belajar untuk berkomunikasi secara efektif. Mereka mengekspresikan diri melalui degukan, celotehan seperti ooh dan aah, pekikan dan tertawa. Ia juga bisa mengekspresikan beragam emosi mulai dari tersenyum lebar karena gembira, muka cemberut karena kesal hingga membuka mulut lebar-lebar karena kaget atau heran. Bayi usia 4 bulan juga mulai belajar mengenali emosi dari suara dan ekspresi orang di sekitarnya.

Pola Makan

Hindari memberikan makanan padat pada bayi usia 4 bulan kecuali jika bayi Bunda berbadan besar sehingga asi atau susu formula tidak cukup. Jika memungkinkan, konsultasikan hal ini dengan dokter anak terlebih dahulu.