perkembangan bayi - Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi 0-3 Bulan

Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi 0-3 Bulan

Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi 0-3 Bulan – Tahun-tahun pertama dalam perkembangan anak memang penuh suka cita bahkan cerita bagi Bundanya. Sebagai orang tua, Bunda wajib tahu tahapan perkembangan bayi dan balita dari masa-masa awal kehidupannya. Yuk kita simak bersama!

– Bayi Baru Lahir, Usia 1 Bulan.

Memiliki Berat Badan: 2,5-4,3 kg.

Panjang Badan: 46-55 cm.

Di saat bayi sedang mengalami berbagai pertumbuhan dan perkembangan saat baru lahir. Selain pertumbuhan fisik, fungsi pancaindra bayi juga ikut serta berkembang. Bahkan, bayi sudah mulai untuk mengembangkan kemampuan linguistik sejak dilahirkan.

Pada usia 1 bulan, bayi akan menggunakan beberapa ekspresi suara seperti tangisan, geraman, dan kicauan kecil untuk berkomunikasi. Sikap balasan Bunda terhadap cara komunikasi si Kecil ini sangat baik untuk mendorong pertumbuhan bayi.

Beberapa perkembangan yang dapat Bunda pantau pada saat bulan awal, ini antara lain:

– Pendengaran.

Pada indra pendengaran bayi sebenarnya telah berkembang sejak dari dalam kandungan. Hanya saja, pendengarannya kian sensitif dan semakin sempurna. Bayi yang sudah bisa menunjukan cara untuk mencari arah suara dan merespon disaat mendengarkan tepukan tangan. Bayi juga sudah dapat mengedipkan mata bahkan terkejut karena suara.

Bunda dapat menanggapinya dengan cara bernyanyi atau memainkan musik lembut untuk bayi. Selain menyenangkan bagi bayi, hal ini juga dapat mengembangkan kemampuan indra pendengarnya.

– Penglihatan.

Yang dimiliki dalam penglihatan bayi saat di usia ini masih kabur, tetapi perlahan akan berangsur jelas dan semakin tajam fokusnya. Jarak pandang bayi usia 1 bulan hanya sekitar 30 cm. Karena itu, dekatkanlah wajah Bunda saat bermain dengan si Kecil.

Bayi juga mulai dapat mengikuti pergerakan objek dengan menggerakkan kepala dan juga mata. Namun, saat objek hilang, mereka juga tidak akan ingat eksistensinya lagi. Jangan khawatir jika mata bayi tampak juling karena ini adalah bagian dari cara fokus pandangan bayi.

motorik Dan Kesadaran.

Usia bayi pada 1 bulan belum menyadari dirinya adalah bagian terpisah dari orang lain. Pada usia ini bayi akan menyadari keberadaan tangan dan kaki yang bisa digerak-gerakkan.

Dalam mengontrol kepala juga masih sangat lemah. Namun, bayi sudah bisa sesekali menegakkan kepala dan menggerakkan dari kiri ke kanan bahkan sebaliknya. Bayi juga bisa refleks menggenggam jemari Bunda walaupun tidak sangat erat.

– Bayi Usia 2 Bulan

Bayi memiliki Berat Badan: 3,4-5,7 kg.

Panjang badan bayi: 51-58 cm.

Di saat usia sekitar 4-6 minggu, bunda mungkin sudah mulai sering melihat si Kecil tersenyum lebar. Apa lagi di saat pertumbuhan dan perkembangan yang dialami bayi pada tahapan usia ini?

– Pengelihatan.

Di buktikan perbedaan warna kian jelas bagi bayi yang pada umumnya sangat menyukai kontras warna primer yang terang dan jelas. Bayi juga gemar melihat pola dan gambar yang berukuran besar dan kontras. Penglihatan si Kecil dalam usia ini sudah mulai berkembang dan jarak pandangnya kian bertambah, sekitar 60 cm.

– Pendengaran.

Ternyata si Kecil semakin pintar, bahkan mengenali dan membedakan suara-suara di sekitarnya. Sering-seringlah bernyanyi dan mengajaknya mengobrol karena suara Bunda punya efek menenangkan yang akrab di telinganya.

– Motorik Dan Kesadaran.

Memiliki berat badan rata-rata 5 kg dan panjang hingga 58 cm, koordinasi gerakan bayi semakin mulus dan lancar. Saat ini si Kecil sudah punya refleks menarik. Ia akan mencoba meraih benda di sekitarnya dan mengibaskan tangan. Bayi juga sudah bisa menyepak saat dibaringkan.

Si Kecil juga sudah mulai bisa mengangkat kepala sejenak. Gerakan ini akan dapat mendorongnya untuk mencoba berguling. Walau begitu, pada umumnya bayi belum bisa benar-benar tengkurap saat diusia 2 bulan.

– Bayi Usia 3 Bulan.

Memiliki Berat Badan : 4,4-7 kg.

Panjang badan bayi: 54.7 – 62.2 cm.

Di antara usia 2-3 bulan, bayi akan cukup fokus dengan tangannya. Bayi akan sangat senang melihat tangan mereka sendiri atau memasukkan tangan ke mulut. Meski gerakan mereka masih kaku, perkembangan motorik mereka berlangsung pesat saat ini.

Indra Peraba

Dalam perkembangan indra peraba pada bayi semakin baik pada usia 3 bulan. Ini merupakan momen yang tepat untuk memperkenalkan berbagai tekstur kepada si Kecil. Hadirkan mainan dengan jenis material berbeda.

Bunda juga sebaiknya sering untuk menjalin kontak kulit dengan si Kecil saat kemampuan indra perabanya berkembang pesat. Selain mendekatkan diri secara emosional, kontak fisik dapat menenangkan mereka. Bunda juga sudah bisa mulai memperkenalkan pijat bayi pada usia ini.

– Memahami Sebab Dan Akibat.

Bagi pemahaman terhadap bayi juga cukup berkembang pesat saat memasuki usia 3 bulan. Di saaat ini, si Kecil mulai memperhatikan efek sebab-akibat di sekelilingnya. Contohnya, mainan yang dipukul akan jatuh, dan sebagainya. Jaringan di otaknya sedang saling terhubung seiring penemuan-penemuan barunya tentang dunia di sekitarnya.

– Motorik Kesadaran.

Di saat usia ini bayi sudah lebih kuat menyangga kepalanya dan berusaha berguling ke kanan dan ke kiri. Kemampuan motorik si Kecil juga semakin kuat dan semakin baik dalam menggerakkan tangan dan kaki. Pada usia ini, bayi sudah mulai bisa menggenggam mainan.

Di semakin bertambahnya usia si Kecil, kemampuan bersosialisasinya juga semakin berkembang. Pada usia ini, ia sudah dapat mengenali suara Bunda dan orang-orang terdekat yang setiap hari berada di sekitarnya. Bayi mulai dapat mengenali pantulannya dalam cermin dan mulai senang berinteraksi dengan orang di sekitarnya.

Sekian Penjelasan Mengenai Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi 0 – 3 Bulan. Simak Terus Informasi menarik lain nya. Di www.indriani.web.id

Nutrisi Pada ASI – Sama seperti darah, air susu ibu merupakan senyawa hidup. ASI merupakan sekresi dari kelenjar susu dan komposisi ASI terus menerus berubah yang dipengaruhi oleh pola makan ibu selama kehamilan, tingkat nutrisi ibu dan interaksi dengan bayi. Setiap ibu menghasilkan susu dengan kandungan nutrisi yang berbeda seperti halnya setiap bayi membutuhkan air susu yang berbeda sesuai dengan yang dihasilkan ibunya. Dengan kata lain, ASI memiliki kekhususan biologis yang terformulasikan secara unik di dalam tubuh ibu sesuai dengan tahapan perkembangan bayi untuk memastikan pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu pertumbuhan otak bayi.

Kandungan ASI akan dipengaruhi oleh :
– Tahapan penyusuan (laktasi)
– Periode kehamilan bayi
– Usia ibu
– Waktu menyusui
– Pola menyusui

Jumlah volume ASI :
– Saat 24 jam pertama, ibu mengeluarkan kolostrum rata-rata sekitar 37 ml
– Dari 24-96 jam, peningkatan volume produksi ASI dalam jumlah kecil
– Pada hari ke-5, ibu menghasilkan kira-kira 500 ml air susu per hari
– Pada 3-5 bulan, ibu memproduksi air susu sekitar 750 ml per hari
– Setelah 6 bulan volume produksi ASI bisa mencapai 800 ml per hari

Komposisi Kolostrum :
– Vitamin dan mineral
Di antaranya terdapat vitamin A, B carotene dan vitamin E yang sangat penting bagi perkembangan dan pertumbuhan bayi.
– Kadar sel darah putih yang tinggi
Bersifat protektif untuk melawan bakteri dan virus penyebab penyakit pada bayi.
– Antioksidan
Membantu mengatasi reaksi inflamasi yang terjadi sebagai respon tubuh terhadap adanya suatu infeksi.
– Zat Immunoglobulin A
Bermanfaat untuk pertahanan tubuh terhadap infeksi.

Komposisi ASI :
Lebih dari 90% kandungan dari ASI merupakan air, yang terdiri dari zat gizi protein, senyawa nitrogen non protein, lipid, oligosakarida, vitamin, mineral, hormon, enzim, faktor pertumbuhan dan agen pelindung. Sisanya, kurang lebih 10% merupakan zat-zat padat yang bermanfaat untuk energi dan pertumbuhan.

Elemen imunoprotektif (antibodi) yang terdapat dalam ASI :
– Sekretonik IgA yang melindungi tubuh dari penyerbu luar
– Laktoferin yang membantu kesehatan saluran pencernaan
– Lysozyme yang merupakan protein pelindung dari invasi bakteri
– Bifidus factor yang meningkatkan pertumbuhan bakteri baik pelindung usus
– Oligosakarida yang mengatur kinerja usus dan membantu pertumbuhan bifidobakteria yang baik di dalam usus
– Lipid/lemak susu
– Leukosit (sel darah putih)

 

Selain itu, ASI juga merupakan sumber nutrisi yang paling optimal untuk bayi. ASI memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya. Komposisi ASI terdiri dari zat gizi, hormon, faktor pertumbuhan, kekebalan bawaan, agen, vitamin A, C, B kompleks, ikatan protein, lysozyme dan zat antibodi, selain berbagai faktor lainnya yang membentuk sosok manusia yang kuat dan sehat. Kandungan ASI yang menakjubkan ini membuat bayi ASI umumnya memiliki motilitas lambung, massa mukosa, imunitas bawaan usus, otak dan pertumbuhan retina yang lebih baik.

Jadi sudah jelas bahwa berbagai kandungan zat gizi/nutrisi serta zat kekebalan yang terdapat dalam ASI sangat bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Susui bayi secara eksklusif sebanyak-banyaknya selama 6 bulan pertama kehidupannya. Ibu juga bisa meneruskan pemberian ASI hingga bayi berusia 2 tahun atau bahkan lebih, karena kandungan ASI setelah 6 bulan (bahkan kandungan asi setelah 2 tahun) tetap memiliki banyak nutrisi dan zat kekebalan yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Mitos : Kata mama, ASIku jelek karena bening dan encer jadinya anakku sering sakit pilek.

Statement di atas menjadi salah satu mitos yang sering beredar di masyarakat. Kita kayanya kebanyakan dijejelin sama iklan bahwa yang namanya susu itu harus putih yah. Kalo susu sapi sih iya emang putih banget dan keliatan kentel yak, tapi kan itu sapi bukan manusia. Susu manusia a.k.a Air Susu Ibu (ASI) emang ada dua tipe, yang dikenal dengan istilah Foremilk dan Hindmilk.

Bingung? Jangan dong, gue coba jelasin kedua saudara kembar itu yak.

Mungkin kalo gue bilang ada dua tipe kesannya payudara membuat kedua jenis ASI tersebut dengan waktu yang berbeda yah atau mungkin ada yang mikir, “wah, kalo gitu payudara gue cuma produksi Foremilk (ASI yang agak bening dan encer) aja dong?’.

Bukan. Enggak gitu.

Payudara HANYA memproduksi SATU jenis ASI. Foremilk (ASI yang agak bening dan encer) dan Hindmilk (ASI yang agak kental dan berwarna putih pekat) diproduksi pada waktu yang bersamaan kok. Keduanya ibarat saudara kembar, yang satu keluar duluan, adiknya keluar belakangan, cuma beda menit doang. Kalo kakaknya yang keluar duluan tai laletnya 1, nah si adek yang keluar belakangan tai laletnya 2.

Jadi nih, saat ASI diproduksi, lemak ASI cenderung melekat satu sama lain dan menempel di dinding alveoli (tempat ASI di buat). Saat ASI terus-terusan diproduksi maka ASI yang encer akan langsung memenuhi payudara dan menuju puting, mungkin karena lebih enteng kali yah. Sementara lemak ASI yang agak lebih kental akan cenderung menempel di saluran ASI.
Biar lebih gampang ngebayanginnya gue pake analogi air panas deh. Kalo pernah ke hotel dan ada layanan air panasnya ngerasain gak waktu kran dibuka biasanya air enggak langsung panas kan? Mulai dari dingin lalu perlahan berubah menjadi hangat dan kemudian panas.

Nah, sama kaya ASI. Kalo pas nenen yang keluar duluan juga agak encer dan bening, sampe lama kelamaan makin banyak lemak yang ikut di ASI tersebut, warnanya-pun akan mulai putih pekat dan agak kental.

Oh yang perlu di ingat, ASI yang bening dan agak encer itu bukan sama sekali enggak ada lemak loh, ada juga lemak di situ cuma ga sebanyak yang belakangan keluar. ASI Foremilk memiliki kandungan laktosa yang sangat tinggi. Laktosa ini berfungsi untuk sumber energi dan perkembangan otak bayi. Jadi ga perlu khawatir kalo ASInya encer dan bening yak.

Ketika bayi menyusu, maka yang keluar duluan adalah ASI yang bening dan agak encer, ASI ini berfungsi untuk menghilangkan haus terlebih dahulu. Mulut bayi kemudian secara alami akan memancing hormon oksitosin (hormon ini membantu memompa ASI dari dalam untuk keluar) dan memancing kandungan lemak yang menempel tadi untuk keluar. Hal ini berlaku juga ketika payudara di perah/pompa, semakin lama lemak ASI akan semakin tersedot keluar.

Kalo pernah ngerasain ASI merembes di baju atau mancur-mancur pas awal pompa, nah itu adalah Foremilk (ASI yang agak encer). Setelah ASI yang agak encer mulai habis, lemak ASI yang menempel di dinding-dinding alveoli tadi mulai tersedot keluar, hingga akhirnya kita akan menemuka ASI Hindmilk (yang agak kental dan berwarna putih).

Jadi pastikan bayi menyusu pada satu payudara sampe puas. Jika setelah nenen payudara masih terasa berat dan penuh, maka lanjutkan pengosongan payudara dengan di perah/pompa.

Catatan:

  • Payudara ga akan seweneng-wenang dengan memproduksi HANYA hindmilk saja dan tidak memproduksi foremilk. Ingat, Payudara memproduksi SATU jenis ASI. Ingatlah kran air panas tadi biar lebih mudah mengingat cara kerja hindmilk dan foremilk.
  • Setelah nenen, jika payudara masih berasa “penuh” bantu pengosongan dengan di perah/pompa. ASI yang dihasilkan pada tahap ini biasanya tinggi lemak dan agak kental. Karena yang bening dan encer sudah dihabiskan lewat nenen. Atau,
  • Sebelum jam nenen, pompa terlebih dahulu payudaranya, sehingga ketika nenen bayi akan mendapatkan ASI yang tinggi laktosa dan juga tinggi lemak.

MITOS & FAKTA TERKAIT AKTIVITAS IBU SELAMA PERIODE MENYUSUI

43. MITOS: Jika menyusui sambil duduk, kakinya tidak boleh menggantung karena bisa masuk angin
FAKTA: bukan menyebabkan masuk angin tapi karena tidak rileks membuat ibu tidak nyaman dan proses menyusui menjadi tidak berjalan dengan baik

44. MITOS: IMD tidak bisa dilakukan setelah proses kelahiran melalui operasi Caesar
FAKTA: baik melahirkan secara normal ataupun operasi tetap bisa dilakukan IMD selama ibu dan bayi berada dalam kondisi yang stabil. Jangan lupa selalu konsultasikan dengan dokter tentang keinginan Ibu untuk IMD apapun metode melahirkan yang akan dijalani.

45. MITOS: Menyusui tidak boleh dilakukan sambil berbaring, karena dapat mengakibatkan bayinya tersedak.
FAKTA: Pertama, menyusui dapat dilakukan sambil berdiri, duduk ataupun berbaring, yang terpenting adalah ibu harus memperhatikan pelekatan menyusui. Apapun posisi menyusuinya, yang penting pelekatan harus tepat. Untuk posisi menyusui tidur miring, posisi pelekatan yg tepat berarti perut ibu harus menempel pada perut bayi, badan bayi seluruhnya menghadap ke badan Ibu (saling berhadapan). Dengan pelekatan yang benar, itu akan mencegah hidung bayi tertutup payudara ibu, mencegah bayi tersedak, dan sebagainya. Kuncinya, apapun posisinya, pelekatan harus selalu pas. Kedua, kalau masih terlalu lelah, terutama setelah baru melahirkan, usahakan saat menyusui selalu dengan pendampingan keluarga atau perawat. Ketiga, jangan lupa pastikan posisi bayi aman dan nyaman. Jangan lupa tubuh bayi disangga dengan bantal agar lebih stabil pelekatannya. Keempat, perhatikan jika air susu mengalir deras, sedangkan bayi mengantuk , sehingga mudah tersedak. Sebaiknya ibu tetap waspada dan bersiap-siap mengatur posisi bayi miring/kepala bayi lebih tinggi dari badannya.

46. MITOS: Ibu jangan sampai ketiduran saat menyusui karena dapat menyebabkan bayinya cacingan
FAKTA: hormon prolaktin yang berperan dalam produksi ASI memang akan membuat ibu mengantuk. Silakan tidur jika mengantuk. Yang penting jika mulai mengantuk pastikan posisi bayi aman dan nyaman. Posisi menyusui tidur miring berguna untuk membantu ibu tetap rileks dan dapat beristirahat juga selama menyusui.

47. MITOS: Ibu menyusui tidak boleh tidur siang karena darah putih bisa naik ke kepala
FAKTA: Ibu menyusui harus cukup tidur/istirahat. Biasanya dianjurkan si ibu ikut tidur ketika bayinya tidur, terutama pada ibu yang baru melahirkan dan bayinya masih sering terbangun saat malam hari

48. MITOS : ibu hamil tidak boleh menyusui karena ASInya sudah tidak bagus atau bahkan beracun
FAKTA: ibu hamil tetap bisa menyusui dengan memperhatikan beberapa hal seperti: kondisi janin yang sehat, riwayat kehamilan dan persalinan sebelumnya(tidak ada riwayat keguguran atau kelahiran premature), serta tidak ada kemunculan kontraksi selama proses menyusui. Konsultasikan dengan bidan atau dokter yang pro-ASI jika ibu ingin tetap menyusui saat hamil.

49. MITOS: Seorang ibu harus mencuci putingnya setiap kali sebelum mulai menyusui.
FAKTA: Pemberian susu formula kepada seorang bayi memang harus sangat memperhatikan faktor-faktor kebersihan, karena susu formula merupakan tempat yang baik untuk berkembang biak-nya bakteri dan juga rentan terhadap kontaminasi. Namun hal ini tidak berlaku pada proses menyusui. Membersihkan/mencuci puting malah akan menghilangkan minyak-minyak alami yang melindungi puting dari resiko lecet karena puting kering. Yang penting sebelum menyusui seorang ibu harus mencuci tangannya dengan sabun untuk mengurangi kemungkinan sakit pada bayinya.

50. MITOS: Stres menyebabkan ASI kering.
FAKTA: Walaupun stres berat atau baby blues yang parah dapat menyebabkan terhentinya ASI, akan tetapi keadaan ini biasanya hanya sementara, sebagaimana reaksi fisiologis lainnya. Bukti menunjukkan bahwa menyusui dapat menghasilkan hormon yang dapat meredakan ketegangan, memberikan ketenangan kepada ibu dan bayi dan menimbulkan ikatan yang erat antara ibu dan anak

MITOS & FAKTA TERKAIT MENYUSUI & KONDISI BAYI YANG DISUSUI

34. MITOS: Bayi ASI selalu tampak tidak kenyang dan sulit tidur, sehingga perlu diberi susu formula
FAKTA: Karena ASI begitu mudah dicerna, bayi yang umumnya minum ASI lebih mudah lapar dibanding bayi yang minum susu formula. Sehingga pada minggu-minggu awal setelah kelahirannya bayi akan menyusu setiap 2-3 jam sekali atau bahkan kurang dari itu. Penelitian menujukan bahwa bayi yang diberikan susu formula tidak tidur lebih baik meskipun bayi mungkin tidur lebih lama. Hal ini disebabkan susu formula tidak dapat dicerna dengan cepat, sehingga membuat jarak antara waktu menyusu menjadi lebih panjang sehingga bayi tidur lebih lama.

35. MITOS: Kalau bayi menangis berarti ASI-nya kurang
FAKTA: bayi menangis belum tentu lapar, bisa jadi karena bosan, kepanasan atau kedinginan, atau tidak nyaman karena lembab. Orang tua harus mempelajari ciri-ciri lapar pada bayi, antara lain: bayi mulai lapar ketika dia mulai suka menggeleng-gelengkan kepalanya, mulai gelisah, dan mulai membuka buka mulutnya seakan mencari puting. Jika bayi sudah menangis, sebetulnya itu adalah senjata terakhirnya untuk memberi tahu bawah dia sudah sangat lapar.

36. MITOS: bayi yang sudah berusia di atas 3 bulan dan sudah terbiasa menyusu langsung pada ibunya tidak akan terkena bingung puting.
FAKTA: peluang terjadinya bingung puting bisa dialami oleh semua bayi pada berbagai usia dan bisa terjadi setiap saat secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda terlebih dahulu. Sehingga agar terhindar dari bingung putting, adalah bijak jika kita menghindari penyebabnya yaitu penggunaan dot.

37. MITOS: Ada beberapa bayi yang alergi ASI
FAKTA: tidak ada yang disebut sebagai alergi ASI. Yang ada adalah bayi yang alergi makanan yang dikonsumsi ibunya pada masa menyusui, sehingga muncul reaksi alergi pada bayi. Penanganannya adalah si ibu mencari sumber alergi dan menjauhinya

38. MITOS: Bayi ASIX membutuhkan tambahan cairan air putih ketika cuaca sedang panas.
FAKTA: Komponen air di dalam ASI mencapai lebih dari 80% yang dibutuhkan oleh bayi di bawah usia 6 bulan sehingga dia tidak membutuhkan cairan lain bahkan dalam kondisi cuaca yang panas sekalipun. Ginjal bayi di bawah usia 6 bulan belum sempurna, sehingga memberi banyak air akan membuat tubuh bayi mengeluarkan natrium akibat kelebihan cairan. Ginjal bayi tidak mampu mengeluarkan air dengan cepat, sehingga menyebabkan timbunan air dalam tubuh. Air putih memang sehat, dan dibutuhkan tubuh, tetapi ginjal bayi di bawah 6 bulan belum matang untuk menerima cairan selain ASI.

39. MITOS: Jika si kakak tidak bingung puting, maka adiknya juga tidak akan bingung puting
FAKTA: bingung puting tidak terkait dengan genetik, sehingga bisa terjadi pada setiap bayi. Bisa terjadi kapan saja dan secara tiba-tiba. Jadi lebih baik menghindari dot atau empeng daripada harus menanggung resikonya

40. MITOS: Bayi ASI tidak bisa gemuk. Jika ingin bayinya gemuk, berikanlah susu formula.
FAKTA: Baik bayi ASI maupun bayi sufor bisa gemuk. Tetapi bayi ASI tidak rentan obesitas sebagaimana bayi yang mengkonsumsi susu formula karena kandungan lemak dan laktosa pada ASI dihasilkan pas sesuai kebutuhan bayi. Lagipula gemuk atau kurus bukan satu-satunya ukuran kesehatan bayi. Pastikan berat badan bayi selalu diplot di KMS atau growth chart setiap kali penimbangan untuk mengetahui perkembangan bayi.

41. MITOS: menyusui bayi harus dijadwalkan agar bayi lebih disiplin, tidak kelaparan dan tidak kekenyangan
FAKTA: menyusui bayi pada prinsipnya adalah on demand atau sesuai kehendak bayi. Tubuh bayi yang sehat memiliki mekanisme untuk menginformasikan kapan dia merasa haus atau lapar. Pada waktu-waktu tertentu seperti saat bayi mengalami growth spurt atau percepatan pertumbuhan, bayi akan menyusu lebih sering dari biasanya.

42. MITOS: Menyusui hingga anak berusia di atas dua tahun membuat anak menjadi manja dan tidak mandiri
FAKTA: Menyusui setelah anak berusia dua tahun atau lebih justru meningkatkan kedekatan anak dengan ibu dan dapat membuat anak menjadi pribadi yang mandiri karena merasa kebutuhannya fisik dan psikologisnya terpenuhi dengan baik. Manja dan tidak mandiri berkaitan erat dengan pola asuh yang diterapkan orangtua masing-masing.