Mengenali Disleksia Pada Anak

Mengenali Disleksia Pada Anak

Mengenali Disleksia Pada Anak – Selain keterlambatan dalam berbicara, ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk mengenali kemungkinan anak mengalami disleksia, yaitu dengan melakukan tes berikut ini:

Bunda bisa melakukan tes kepada anak dengan memintanya untuk menyebutkan huruf satu persatu, mulai dari A hingga Z.  Diikuti dengan tes berupa menulis penggalan huruf dari urutan tersebut, misalnya dari huruf E sampai Z.

Berikutnya Bunda bisa meminta sang buang hati untuk mengisi deretan huruf yang kosong, contohnya: “a, b, c, d,…, f, g, …, i”.

Selain cara di atas, Bunda juga bisa memberikan tes merangkai huruf maupun mengeja, menulis kata yang Bunda diktekan, menyalin tulisan dari kertas lain atau dari papan tulis dan tes lainnya yang memungkinkan Bunda mengetahui bahwa ada kemungkinan si kecil mengalami disleksia.

Tentunya tes ini harus disesuaikan dengan usia anak, karena tidak mungkin Bunda melakukan tes ini jika anak Bunda belum mengenal huruf sama sekali.

Jika hasil tes yang Bunda lakukan hasilnya benar bahwa si kecil mengalami disleksia, maka inilah beberapa tips cara menghadapi sang buah hati:

– Sabar dalam membimbing anak dengan menanyakan bagian yang dianggap sulit oleh anak. Apakah pada bunyi (fonem), arti (morfem), huruf atau tanda baca dan lainnya.
– Membuat istilah unik yang mudah diingat oleh anak, misalnya untuk mengenali huruf ‘b’ adalah huruf yang buncit perutnya.
– Jangan pernah memaksakan anak untuk bisa belajar dengan cepat karena hal itu justru akan memperburuk keadaan.  – Cobalah untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan ikuti sesuai dengan kemampuan anak.
– Ajak anak untuk latihan terus dalam hal menyalin dan mengeja, baik dengan tulisan maupun dikte.
– Lakukan tes sederhana untuk mengetahui perkembangannya.

Dengan dukungan penuh dari orangtua dan lingkungan di sekitarnya, maka anak disleksia pun bisa mengembangkan diri dengan bakat dan kemampuan yang dimilikinya. Bunda tidak perlu berkecil hati ketika memiliki anak disleksia, yang perlu dilakukan hanyalah mendukungnya dan memberikan waktu untuk menemaninya belajar. Anak disleksia bukanlah anak yang bodoh atau pemalas dan tidak mau belajar karena memang mereka mengalami kesulitan belajar. Setiap anak adalah istimewa terlepas dari apapun kekurangannya, sayangi mereka, rangkul mereka dan berikan yang terbaik untuk mereka.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*