Melihat Pola Tidur Bayi

Melihat Pola Tidur Bayi

Melihat Pola Tidur Bayi – Apakah Bunda melihat perbedaan pola tidur antara bayi Bunda dengan bayi yang lainnya? Ternyata, bayi memiliki pola tidur yang berbeda-beda. Bunda harus beradaptasi dengan pola bayi Bunda agar dapat memiliki tidur yang berkualitas. Dr. Ethan Benore, psikolog anak dari Akron Children’s Hospital di Ohio, Amerika Serikat, menyarankan orangtua untuk secara bertahap mengoreksi pola tidur yang menyimpang. Caranya dengan mengenali karakter tidurnya sehari-hari.

1. Nocturnal Baby

Bayi tipe ini belum mengenal siang dan malam. Siang hari, ketika orang-orang di sekelilingnya sibuk beraktivitas, ia malah asyik berkelana di alam mimpi. Sebaliknya, malam hari saat waktunya beristirahat, ia justru sedang segar-segarnya.

Atasi dengan :
– Melakukan berbagai aktivitas fisik di siang hari agar energinya banyak terpakai dan merasa lelah.
– Melatihnya untuk bisa menenangkan diri sendiri. Caranya, baringkan bayi di atas tempat tidur saat ia masih terjaga. Jika ia menangis, Bunda bisa menggendong dan memeluknya sejenak dan kembali membaringkannya kembali. Lakukan berulang kali hingga dia jatuh tertidur.
– Menghindari merespon tangis bayi di malam hari secara berlebihan. Cobalah memberi jeda waktu sebelum Bunda menghampirinya. Ia akan belajar cara menenangkan dirinya sendiri tanpa kehadiran Bunda.

2. Early Riser

Tipe bayi “early riser” biasanya tidak mengalami kesulitan untuk tidur pulas sepanjang malam. Tapi, mereka memiliki kebiasaan bangun tidur kelewat pagi—bahkan terkadang sebelum matahari terbit.

Atasi dengan :
– Gunakan lampu tidur yang redup, tirai berwarna gelap, pendingin ruangan dengan temperatur yang nyaman, dan kelambu antinyamuk.
– Memastikan ia sudah mendapatkan sesi minum susu terakhirnya hingga kenyang sebelum ia tertidur.
– Mempertahankan suasana kamar yang tetap redup di malam hari. Hindari merespon ajakannya untuk bermain sebelum pagi tiba.
– Memastikan bayi tidak pergi tidur dalam keadaan terlalu lelah. Kondisi ini bisa membuatnya mudah terbangun sebelum waktunya.

3. Cat Napper

Bayi yang memiliki gaya cat napper hanya bisa tidur selama beberapa menit, rata-rata hanya sekitar 30 menit dalam satu kali sesi. Ibaratnya, baru saja Bunda menarik napas sejenak, bayi sudah kembali terjaga. Sesi tidur “sekejap” ini, kerap membuat bayi mengantuk meski sudah terbangun.

Atasi dengan :
– Menyiapkan ruang tidur bayi yang nyaman dan kondusif agar ia bisa tidur lebih lama.
– Membedong bayi di dalam pelukan agar ia bisa merasakan kehangatan serta kenyamanan pelukan Bunda.

4. Restless Sleepers

Bayi yang satu ini kerap terlihat gelisah dalam tidurnya, seperti orang dewasa yang sedang bermimpi buruk. Dia mudah terbangun karena penyebab yang tidak jelas.

Atasi dengan :
– Bayi yang terserang kolik juga terkadang menunjukkan gejala tidur yang gelisah. Jika memang kolik, minta saran dari dokter anak untuk meredam keluhannya. Bunda juga perlu menghindari konsumsi makanan yang bersifat alergen seperti kacang tanah, susu, dan seafood, pijat bayi serta mengoreksi posisi menyusui.
– Memastikan bayi tidur dalam kondisi perut kenyang agar tidak terbangun dan atur agar ia bisa tidur dengan nyaman. Kenakan pakaian tidur berbahan tipis namun mampu menutupi seluruh tubuhnya, atur suhu ruangan agar tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas, serta redupkan lampu.

5. Predictable sleeper

Bayi dalam kategori predictable sleeper terbiasa tidur dan bangun pada waktu semestinya. Mereka memiliki jadwal tidur yang tetap dan tidak memiliki masalah dalam menenangkan diri sendiri ketika terbangun di malam hari.

Atasi dengan :
– Memelihara dan menerapkan jadwal tidur secara konsisten tidak hanya di rumah tapi saat berada di perjalanan atau menginap di tempat lain.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*