Diet Bagi Ibu Menyusui

Pada masa kehamilan, terjadi penimbunan lemak pada ibu hamil. Oleh karena itu, para ibu-ibu merasa kegemukan setelah selesai melahirkan. Sebenarnya gemuk setelah melahirkan tidak perlu dikhawatirkan. Karena penimbunan lemak saat hamil merupakan hal alami agar cadangan kalori yang dibutuhkan ibu hamil selalu cukup. Biasanya setelah melahirkan dan menyusui, berat badan ibu akan berangsur-angsur menurun karena menyusui adalah kegiatan yang membakar banyak kalori.

Apabila sang ibu ingin melakukan diet, pastikan diet tersebut dilakukan dengan cara yang benar agar tidak mengganggu kegiatan menyusui. Perlu diketahui, apabila ibu mengurangi asupan sampai <1500kal/hari maka produksi ASI akan turun 15% secara bertahap. Lakukan pengaturan diet dengan benar dan olahraga dengan porsi yang tepat agar berhasil menurunkan berat badan tanpa mengganggu menyusui.

Berikut Tips Diet Bagi Ibu Menyusui :

1. Tetaplah menyusui bayi sampai usia 2 tahun, karena tubuh ibu yang menyusui akan memproduksi hormon yang dapat membantu menurunkan berat badan dan mengembalikan bentuk tubuh secara alami. Ada beberapa penelitian yang mengatakan, dengan menyusui maka tubuh membakar sekitar 300-500 kkal/hari. Ini setara dengan bersepeda selama 1 jam.

2. Pilihlah jenis makanan dengan lebih banyak mengonsumsi sayur, buah, karbohidrat kompleks, lemak skim, dan sumber protein rendah lemak, serta cukup cairan. Contoh : susu skim atau susu low fat, daging ayam tanpa kulit, ikan, telur, tahu, tempe maupun kacang-kacangan.

3. Hindari makanan yang cepat saji (junk food), makanlah dalam porsi kecil dan sering (biasanya diberikan dalam 6 kali pemberian, dengan 3 kali makan utama berupa sarapan – makan siang – makan malam dan 3 kali snack). Jangan melarikan rasa tegang atau stres pada makanan, namun alihkan dengan bermain bersama si kecil atau mengajak si kecil berjalan-jalan sehingga ikut menyumbang pembakaran kalori.

4. Olahraga sebaiknya dilakukan setelah selesai menyusui untuk mengurangi rasa tidak nyaman di payudara dan menggunakan pakaian yang memang khusus didesain untuk ibu yang sedang menyusui.

5. Mulailah dengan gerakan ringan seperti berjalan (jika sulit meninggalkan bayi, aktivitas berjalan dapat dilakukan bersama bayi sambil berjemur matahari pagi), bersepeda, atau berenang. Semua dilakukan senyaman mungkin. Jika sudah berulang kali dilakukan dan terasa nyaman, maka intensitas dan lamanya aktivitas bisa ditingkatkan secara bertahap. Misalnya mulai dengan latihan untuk memperkuat dinding perut, dan sebagainya. Namun jika timbul rasa nyeri, sesak, maka segera hentikan aktivitas atau latihan, dan diskusikan dengan dokter.

6. Usahakan untuk melakukan kegiatan ini bersama dengan teman lain atau dalam kelab olahraga, agar tidak menimbulkan kejenuhan. Dan jangan lupa selalu minum cukup cairan atau air selama melakukan kegiatan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*