Cegukan Pada Bayi

Cegukan Pada Bayi

Cegukan Pada Bayi – Tidak hanya orang dewasa yang mengalami cegukan, bayi juga mengalaminya, bahkan bayi sudah mengalaminya sejak dalam kandungan. Cegukan ini terjadi karena adanya kontraksi otot diafragma secara tiba-tiba yang mungkin dipicu oleh iritasi atau stimulasi pada otot diafragma.

Bayi yang masih berusia kurang dari satu tahun, cukup rentan mengalami cegukan. Ini merupakan sesuatu yang normal dan tidak berbahaya. Normalnya cegukan akan menghilang dengan sendirinya, sehingga ayah bunda tidak perlu terlalu kuatir.

Menyusui bayi atau memberikan susu seringkali merupakan cara yang efektif untuk menghilangkan cegukan bayi. Namun, cara ini sebaiknya dihindari jika cegukan bayi tidak berhenti atau semakin parah.

Beberapa hal yang bisa menjadi penyebab cegukan pada bayi antara lain:

#1. Diagframa yang belum sempurna

Cegukan pada bayi yang berusia kurang dari tiga bulan umumnya dikarenakan belum matangnya fungsi saraf pada diafragma bayi. Seiring bertambahnya usia bayi, cegukannya akan berkurang karena sistem tubuh bayi yang semakin matang.

#2. Aktivitas menyusui

Cegukan bisa dipicu oleh udara yang masuk bersamaan dengan aktivitas menyusui. Jika bayi menyusui ASI, teknik menyusui yang salah bisa menyebabkan masuknya udara sehingga bayi cegukan setelah menyusu. Untuk bayi yang cegukan setelah minum susu melalui dot, ada kemungkinan lubang dot terlalu lebar sehingga udara ikut masuk atau bayi meminum dari botol susu yang telah habis isinya sehingga yang disedotnya adalah udara dan bukan susu. Menyusui terlalu cepat juga bisa memicu cegukan.

#3. Kekenyangan

Mengonsumsi terlalu banyak susu sehingga bayi kekenyangan juga bisa mengakibatkan cegukan.

#4. Perubahan emosi

Bayi yang mengalami perubahan emosi atau merasa tegang dan stres juga bisa memicu cegukan.

#5. Perubahan suhu

Cegukan juga bisa terjadi saat bayi mengalami penurunan suhu mendadak, seperti terkena udara dingin atau mandi air dingin.

#6. Penyakit asam lambung

Cegukan bayi yang tidak berhenti yang disertai dengan muntah, batuk dan bayi rewel bisa jadi merupakan gejala bayi menderita penyakit gastroesophageal reflux (GERD) atau masalah lambung lainnya.
Pada bayi yang sehat, cegukan merupakan hal yang wajar. Namun, pada sebagian bayi cegukan bisa mengganggu pernapasan. Berikut beberapa kondisi cegukan yang membutuhkan perhatian lebih dan perlu ayah bunda waspadai :
– Cegukan bayi tidak berhenti dan parah hingga mengganggu makan dan tidurnya.
– Cegukan bayi yang disebabkan oleh penyakit asam lambung (gastroesophageal reflux) dengan gejala bayi sering cegukan, batuk, muntah dan rewel.
– Cegukan bayi tidak berhenti, sangat sering dan tidak terkendali meskipun bayi sudah berusia satu tahun ke atas. Kondisi ini bisa merupakan gejala dari penyakit yang lebih serius.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*