Awas, Jangan Lakukan Kesalahan ini Setelah Melahirkan (Part-1)

Kesalahan Setelah Melahirkan

Awas, Jangan Lakukan Kesalahan ini Setelah Melahirkan – Jatuh cinta setengah mati kepada bayi baru, disertai eforia menyandang predikat “ibu”, kerap membuat seorang Bunda baru siap pasang badan menjadi wonder woman yang kuat, tangguh dan rela berkorban demi bayinya. Tapi, apa musti demikian sehingga mengorbankan kesehatan jiwa-raga, mengesampingkan kebahagiaan pribadi dan menguras tabungan hingga tak bersisa?

Inilah 6 kesalahan umum yang kerap dialami Bunda baru, yang harus dikoreksi agar tak merugikan keluarga kecil bahagia Bunda.

#1. Pola Tidur Kacau

Bunda beranggapan bayi baru lahir memerlukan perhatian khusus agar kesehatannya terjaga dan kebutuhannya selalu terpenuhi. Untuk itu, Bunda bersedia standby 24jam. Bunda memang harus standby ketika bayi minta ASI 1-2 jam sekali, saat bayi terjaga di malam hari untuk ganti popok, juga saat main atau sakit. Sayangnya, ketika bayi tidur, Bunda kerap tidak ikut tidur, melainkan mengerjakan hal-hal lain seperti beres-beres rumah, menerima tamu, atau mengunggah foto-foto bayi di sosial media. Akibatnya Bunda menumpuk kekurangan jam tidur hingga rata-rata jam tidur hanya 2 jam per hari. Hal ini berlangsung terus sampai bayi berusia 3-5 bulan. Padahal pada masa nifas, tidur dan istirahat cukup yaitu 7-9 jam sehari, sangat penting agar ibu cepat pulih dan sehat kembali. Terutama jika ibu memiliki riwayat persalinan dengan komplikasi seperti persalinan macet, bersalin sesar, maupun mengalami sobekan perineum yang mendapat jahitan.

Akibatnya :
Menurut April Hirschberg, MD, dokter Spesialis Kejiwaan dari Massachusetts General Hospital, AS, kurangnya waktu tidur berhari-hari dapat menyebabkan kesehatan ibu terganggu, mulai dari mengalami sakit kepala, tekanan darah menurun, daya tahan tubuh menurun, mudah kena batuk-pilek dan diare, konsentrasi dan kesigapan menurun, mengalami rasa lelah berkepanjangan dan meningkatkan risiko PPD.

Yang seharusnya dilakukan :
Jangan mengesampingkan pola tidur pascamelahirkan dan jadikan hal itu prioritas bunda. Bayi baru lahir rata-rata memiliki pola tidur 16-20 jam sehari, jadi sebenarnya Bunda bisa “mencuri” jam tidur dengan ikut tidur ketika bayi tidur. Sempatkan tidur siang 45 menit hingga 2 jam dan tidur panjang di akhir pekan. Jika Bunda merasa tidur Bunda sering terputus-putus akibat menyusui, cobalah membuat stok ASI perah yang diberikan oleh suami atau ART kepada bayi, agar Bunda bisa tidur tenang.

#2. Membeli semua barang

Saat memiliki bayi pertama kali, banyak orangtua merasa harus membeli semua kebutuhan bayi. Tanpa pengalaman dan referensi belanja kebutuhan bayi, daftar belanja pun jadi memanjang karena prioritas yang tak jelas.

Akibatnya :
Overspending, padahal kebutuhan seorang anak bukan hanya penting dipenuhi saat ia bayi, namun berkesinambungan ketika ia bertumbuh kembang menjadi balita, lalu preschooler, dan seterusnya. – dengan kata lain, tak ada habisnya! Bukan hanya kebutuhan sehari-hari atau barang habis pakai yang harus terpenuhi, biaya pemeliharaan kesehatan serta investasi pendidikan juga perlu direncanakan. Jika Bunda kendor dalam mengontrol belanja barang bayi, dikhawatirkan hal ini akan berkembang menjadi kebiasaan yang sulit diubah. Anggaran rumah tangga yang tak terkontrol dapat pula memicu masalah dengan pasangan.

Yang seharusnya dilakukan :
Batasi pengeluaran, buat skala prioritas belanja barang keperluan bayi dan jangan segan meminta keluarga untuk melungsurkan barang–barang bayi layak pakai (serta aman!) yang berusia pendek seperti new born car seat, boks bayi, meja ganti popok, pompa ASI dan sebagainya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*