30 Hal Penting Sebelum Bayi Lahir (Part-2)

Hal Penting Sebelum Bayi Lahir

Hal-hal yang harus dilakukan untuk menyambut kedatangan sang buah hati (Part-2)

#11. Bersih-bersih

Jadwalkan bersih-bersih seluruh penjuru rumah dengan mengajak suami dan asisten keluarga. Cuci karpet, tirai, selimut, taplak meja, serta bedcover. Bersihkan debu dari permukaan perabot dan kawat nyamuk, serta sortir benda-benda yang sudah tidak terpakai agar rumah terhindar dari tumpukan barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk dan serangga.

#12. Membuat “wishlist”

Penyusunan baby gift registry (daftar kado yang diinginkan) dari toko perlengkapan bayi memang belum menjadi budaya. Namun Anda tak ada salahnya Anda memulai menawarkan itu kepada saudara dan teman dekat. Hal ini berguna untuk menghindari penumpukan barang yang tidak diperlukan dan mubazir. Jika pun tidak membuat itu, Anda bisa menjawab jujur pertanyaan “Mau kado apa?” dari sanak dan kerabat.

#13. Belanja terakhir

Cek kembali barang-barang kebutuhan bayi, Anda, dan suami. Mungkin masih ada benda-benda yang lupa dibeli. Sekarang saatnya berbelanja. Sekalian berolahraga Anda bisa mengajak suami ke mal terdekat, namun bukan di saat mal berjejal. Anda juga bisa belanja secara online. Setelah bayi lahir, kemungkinan waktu Anda dan pasangan akan habis untuk membiasakan diri dengan jadwal tidur dan menyusu.

#14. Perawatan tubuh

Bukan hanya menjadwalkan sesi senam hamil dan melakukan pijat perineum, sisihkan pula waktu Anda untuk menikmati perawatan tubuh lainnya seperti creambath, manicure, dan pedicure. Memanjakan diri dengan perawatan tubuh amat berguna untuk meredakan ketegangan yang sering muncul di akhir masa kehamilan. Begitu ia lahir nanti, kemungkinan Anda lebih senang menggunakan waktu luang untuk membayar waktu tidur ketimbang pergi ke salon.

#15. Kelas perawatan bayi

Cukup banyak klinik dan rumah sakit yang mengadakan kelas perawatan bayi bagi para calon orangtua. Jadi daftarlah! Di tempat itu Anda akan belajar secara langsung cara memandikan, menggendong plus memiliki teman baru ‘senasib’ yang bisa jadikan Anda teman berdiskusi.

#16. Bergabung milis pengasuhan anak

Mulailah mencari grup, milis dan situs yang membahas hal-hal seputar pengasuhan anak. Bergabung ke dalam salah satunya yang akan membuka wawasan Anda tentang dunia baru yang menanti di depan mata. Bukan hanya tips, Anda pun bisa menemukan banyak kisah inspiratif yang dialami oleh para ibu lainnya.

#17. Kencan dengan pasangan

Pernah mendengar istilah babymoon? Ini adalah ajang bulan madu yang dilakukan menjelang kehadiran sang buah hati. Tujuan dari babymoon adalah untuk menikmati saat romantis bersama pasangan, sebelum waktu berduaan dan jam tidur Anda terpangkas habis. Tak perlu jauh dan lama, cukup menghabiskan akhir pekan berdua untuk mengisi penuh energi “baterai” yang menguatkan hubungan Anda dan pasangan.

#18. Nge-date dengan sahabat

Sudah lama tidak menikmati girls day out dengan para sahabat? Kini adalah momen yang pas untuk melakukannya. Entah sekadar nongkrong di kafe, nyalon bareng, atau “butik hopping”, akan terasa menyenangkan dan ampuh meredakan berbagai keluhan kehamilan yang Anda rasakan. Telpon para sahabat sekarang juga, karena setelah ia hadir, Anda tak akan punya cukup banyak waktu luang untuk melakoninya.

BACA JUGA :
30 Hal Penting Sebelum Bayi Lahir (Part-1)
30 Hal Penting Sebelum Bayi Lahir (Part-3)
Stimulasi untuk Otak Bayi (Part-1)
Stimulasi untuk Otak Bayi (Part-2)

#19. Me time

Selain menghabiskan waktu bersama pasangan dan para sahabat, sediakan waktu untuk menikmati me time, entah menonton film, karaoke atau membaca buku. Saat sendiri itu Anda bisa sekalian memantapkan hati dan pikiran untuk memasuki jenjang kehidupan baru sebagai seorang ibu.

#20. Simpan stok buku & DVD

Mengingat begitu banyaknya waktu yang akan Anda habiskan di rumah selama mengurus bayi Anda, sediakan stok buku dan DVD yang cukup sebagai hiburan nanti. Segarkan pikiran dengan majalah fashion, komik, novel romantis, dan serial film komedi. Ini ampuh untuk menghindari perasaan bahwa Anda sedang menjalani masa “tahanan rumah”.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*