30 Hal Penting Sebelum Bayi Lahir (Part-1)

Hal Penting Sebelum Bayi Lahir

Hal-hal yang harus dilakukan untuk menyambut kedatangan sang buah hati (Part-1)

#1. Daftar ulang rumah sakit

Bukan hanya sekolah, terkadang klinik atau rumah sakit pun memerlukan prosedur “daftar ulang” untuk menjamin ketersediaan tempat bagi Anda. Untuk menjamin proses persalinan berjalan lancar, tak ada salahnya Anda mengkonfirmasikan kembali kehadiran dokter atau dokter pengganti untuk membantu proses persalinan serta jenis ruangan yang dikehendaki pada saat-saat menjelang hari H.

#2. Pilih dokter anak

Dokter anak yang bertugas mendampingi proses persalinan biasanya telah ditentukan oleh pihak rumah sakit. Tapi, untuk prosedur pemeriksaan selanjutnya, Anda bisa membawa bayi Anda menemui dokter anak yang dikehendaki. Untuk itu, sempatkan diri “berbelanja” informasi dan atau menemui calon dokter anak bagi bayi Anda untuk menjajaki “chemistry” antara Anda dan dokter yang bersangkutan.

#3. Mantapkan nama

Anda sudah memiliki sederet nama pilihan termasuk usulan dari orang tua dan mertua. Semuanya kelihatannya bagus. Namun Anda tidak bisa berlama-lama karena ketika bayi lahir Anda harus segera mengurus akte lahirnya. Jadi, segeratetapkan nama bagi bayi beberapa minggu sebelum hari perkiraan lahir tiba.

#4. Mau dipanggil apa?

Nama panggilan apa yang ingin Anda dengar dari bibir mungilnya? Bunda, Ibu, Mama, Mommy, atau Umi? Bagaimana pula dengan cara ia memanggil ayahnya? Pikirkan baik-baik nama panggilan tersebut, karena itu adalah petikan lagu indah penawar lelah yang akan selalu Anda dengar hingga akhir hayat. Alih-alih sekadar mengikuti tren, pastikan bahwa Anda memang merasa nyaman dengan panggilan itu.

#5. Cek berkas

Cek dan kumpulkan dalam satu tempat, KTP, buku nikah, kartu keluarga, serta akta kelahiran Anda dan pasangan untuk memperlancar proses pembuatan akte kelahiran bayi. Klinik atau rumah biasanya menyediakan layanan jasa pengurusan akta kelahiran. Ada baiknya Anda pertimbangkan untuk memanfaatkan layanan tersebut.

#6. Tindik atau tidak?

Keputusan menindik tidaknya telinga bayi perempuan sebaiknya disepakati oleh Anda dan suami sebelum hari persalinan. Untuk itu, gali informasi sebanyak mungkin tentang tindik. Itu semua akan memperkuat keputusan yang akan Anda ambil.

BACA JUGA :
30 Hal Penting Sebelum Bayi Lahir (Part-2)
30 Hal Penting Sebelum Bayi Lahir (Part-3)
Stimulasi untuk Otak Bayi (Part-1)
Stimulasi untuk Otak Bayi (Part-2)

#7. Konfirmasi IMD

Mayoritas klinik dan rumah sakit telah menjadikan IMD (Inisiasi Menyusu Dini) sebagai bagian dari prosedur rutin pasca persalinan. Namun Anda tetap perlu mengkonfirmasi ada tidaknya IMD di rumah sakit yang akan menjadi tempat Anda bersalin,. Ada baiknya Anda pun menanyakan secara detail mengenai proses yang akan dijalani agar bisa mempersiapkan diri.

Kesalahan Setelah Melahirkan

#8. Perlakuan terhadap tali pusat

Umumnya, penjepitan dan pemotongan tali pusat pada bayi dilakukan segera setelah ia lahir. Tapi kini, penelitian menyatakan bahwa penundaan pemotongan tali pusat berguna menurunkan risiko anemia pada bayi Anda. Meski demikian, penundaan terlalu lama juga meningkatkan risiko jaundice (sakit kuning) pada bayi. Karenanya, bicarakan dengan pasangan serta dokter atau bidan mengenai perlakuan yang hendak Anda terapkan pada tali pusat kelak.

#9. Dot atau jempol?

Pacifier alias empeng atau dot bisa dibilang merupakan senjata andalan orangtua—terutama orangtua baru yang minim pengalaman, dalam menghadapi tangisan bayi. Banyak pihak menyatakan bahwa pemakaian dot lebih baik daripada bayi tergantung pada isapan jempol. Namun, pemakaian dot juga berisiko memengaruhi bentuk susunan gigi. Pelajari pro dan kontra tentang penggunaan dot untuk memantapkan Anda dalam menyikapinya.

#10. Tempat tidur

Ia akn tidur di kamar sendiri atau bersama Anda. Apapun pilihan Anda siapkan tempat tidur untunya. Artinya, pastikan cat dinding sudah kering dan tak lagi menguarkan aroma, wallpaper dan perabotan sudah terpasang dengan baik, kain tirai sudah dicuci bersih, serta barang-barang bayi seperti baju, popok, dan mainan telah tersusun rapi di dalam lemari.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*